Resesi Ekonomi, Walmart Hengkang dari Argentina

BUENOS AIRES – Perusahaan ritel terbesar di dunia Walmart Inc akan melepas unit bisnisnya di Argentina kepada pemilik jaringan supermarket Amerika Selatan Grupo de Narváez.

Dikutip dari Reuters, Jumat, 6 November 2020, Walmart yang memiliki lebih dari 90 toko itu tidak mengungkapkan nilai kesepakatan penjualan. Yang pasti, kerugian setelah pajak terkait divestasinya itu pada fiskal kuartal III tahun depan diperkirakan sekitar US$ 1 miliar.

Walmart Argentina mulai beroperasi pada 1995. Saat ini Walmart Argentina memiliki sekitar 9.000 karyawan yang tersebar di 92 toko, termasuk jaringan Changomas dan Punto Mayorista.

Dengan mengakuisisi Walmart, Grupo de Narváez akan memiliki 656 toko, termasuk supermarket, serta gerai pakaian dan peralatan rumah tangga di sembilan negara, termasuk Ekuador dan Uruguay. Grup itu mempekerjakan lebih dari 24.500 pekerja.

Sebelumnya, pada 2018 Walmart menjual 80% sahamnya ke perusahaan ekuitas swasta Advent International di Brazil.

Argentina yang terperosok dalam krisis ekonomi sejak 2018 telah menjadi pasar yang sulit bagi perusahaan Amerika Serikat, Walmart, dalam beberapa tahun terakhir.

Argentina menuju penurunan ekonomi hampir 12% tahun ini, diperburuk pandemi virus corona. Tahun ini akan menjadi tahun ketiga resesi bagi Argentina.

Meski demikian, Argentina tengah berjuang melawan krisis mata uang dan baru saja merestrukturisasi utang mata uang asing lebih dari US$ 100 miliar dengan kreditur lokal dan internasional.

Lesunya ekonomi dan ketidakpastian yang masih membayangi membuat sejumlah perusahaan di Argentina mundur, termasuk LATAM Airlines Group.

Tags:
amerika selatanargentinacovid-19 argentinaDampak Virus Coronalatam airlinespandemiPerusahaan ritelVirus CoronaWalmart
%d blogger menyukai ini: