Resep Jitu Mencapai Kemerdekaan Finansial

JAKARTA – Akhir-akhir ini banyak diberitakan soal resesi ekonomi, krisis, dan sebagainya. Hantu-hantu ekonomi seolah tak henti-hentinya gentayangan sejak pandemi COVID-19 menginfeksi dunia.

Namun, pandemi juga mengajarkan betapa pentingnya mengelola finansial secara apik untuk mencapai kemerdekaan finansial. Sebab, setiap orang punya potensi.

Hambatan umumnya datang dari pola pengeluaran atau gaya hidup yang dianut oleh seseorang beserta keluarganya. Untuk dapat meraih kemerdekaan finansial, berikut langkah-langkah yang ditempuh, disitat dari Zap Finance, Sabtu, 26 September 2020.

1. Membangun komunikasi keuangan dengan keluarga.

Kesalahan terbesar dalam mencapai hidup yang sejahtera adalah gagal mengkomunikasikan apa yang dianggap penting oleh setiap anggota keluarga. Sampaikan tujuan hidup yang ingin diraih dan berapa jumlah dana yang dibutuhkan untuk itu. Contoh tujuan hidup adalah bebas dari utang, punya standar hidup tertentu, dan sebaginya.

2. Tahu posisi keuangan.

Financial check-up pada dasarnya untuk mengetahui posisi aset dan kewajiban rumah tangga saat waktu tertentu. Selain itu, financial check up juga akan dapat membedah kemana saja alokasi pos-pos pengeluaran serta berapa jumlah penghasilan yang berhasil disisihkan untuk masa mendatang.

3. Punya rencana keuangan.

Tanpa rencana keuangan, hampir mustahil berbagai tujuan hidup akan dapat tercapai dengan terstruktur. Rencana keuangan berisi apa tujuan hidup yang ingin dicapai, berapa jumlah kebutuhan dananya, dan kapan tujuan tersebut ingin diwujudkan.

Prioritas dalam penyusunan tujuan keuangan akan sangat membantu seseorang untuk meraihnya.

4. Punya bujet untuk cashflow bulanan.

Anggaran mau pun rencana pengeluaran adalah alat bantu setiap rumah tangga untuk mengendalikan pengeluaran. Coba tulis berapa jumlah alokasi pos pengeluaran setiap bulannya. Pemisahan jenis pengeluaran menjadi Wajib, Butuh, dan Ingin.

5. Fokus pelunasan utang konsumtif

Selama kehidupan harian masih dibantu oleh pinjaman online, kartu kredit, mau pun PayLater, maka sulit sekali untuk mencapai kemerdekaan finansial. Ingat ya ,”Biaya hidup itu murah. Biaya pamer itu yang mahal.”

Terkadang, gengsi dan gaya hidup membuat seseorang terlena dalam membelanjakan semua penghasilannya sampai akhirnya terbelit utang.

6. Menghimpun dana darurat.

Setiap orang wajib punya dana darurat setidaknya tiga kali pengeluaran rutin bulanan. Jadi, kamu perlu lima juta per bulan untuk hidup, maka jumlah dana darurat minimal menjadi Rp15 juta.

Dana darurat ini sebaiknya berbentuk aset likuid dan nilainya tidak turun seperti tabungan, deposito, dan reksadana pasar uang. Jika saat ini tidak punya dana darurat, mulailah menyisihkan 10% dari penghasilan, sedikit demi sedikit hingga hasil ideal tercapai.

7. Investasi untuk tujuan keuangan yang pasti.

Ada dua pos investasi penting ya.  Perencanaan dana pensiun sangat vital untuk seseorang yang tidak rela menurunkan gaya hidup di masa depan.

Idealnya, 10% dari penghasilan saat ini disisihkan untuk kebutuhan masa depan. Bagi seseorang yang berinvestasi Rp1 juta setiap bulan ke reksa dana saham dengan asumsi hasil rata-rata 15% pertahun, maka potensi dana pensiunnya akan berkembang menjadi Rp2 miliar.

Seorang karyawan pada umumnya telah menyisihkan 8% dari gaji dalam bentuk JHT BPJS Ketenagakerjaan dan produk DPLK. Tapi, jumlah ini tidak cukup!

Usahakan untuk menyisihkan penghasilan ke produk investasi yang sesuai untuk dana pensiun. Jika ada bonus atau THR, maka sebaiknnya digunakan untuk menambal kekurangan investasi sebelumnya.

Perencanan dana pendidikan juga sebaiknya disiapkan orang tua sejak anak masih kecil. Bagaimana tidak, dengan kenaikan biaya pendidikan yang rata-rata bisa melebihi 10% per tahun.

Kebutuhan dana pendidikan anak sebaiknya dihitung dengan benar kemudian kebutuhan dana dipenuhi dengan berinvestasi.

8. Mulai membeli aset produktif yang dapat memberikan penghasilan pasif.

Aset seperti ini akan memberikan penghasilan secara berkala untuk keuangan rumah tangga. Contohnya, suku bunga deposito setiap bulan, kupon obligasi, hasil sewa properti, keuntungan usaha, dan lainnya.

Disarankan jika seseorang mencapai usia 35 tahun, maka sudah saatnya mulai juga membeli aset-aset berpenghasilan pasif. Saat aset dapat memberikan penghasilan sebagai sandaran biaya hidup, maka seseorang sudah meraih kondisi kemerdekaan finansial.

9. Memastikan punya proteksi keuangan.

Asuransi jiwa dan asuransi kesehatan adalah proteksi yang sangat disarankan untuk setiap rumah tangga. Apabila sudah memiliki BPJS Kesehatan, maka asuransi kesehatan menjadi sebuah tambahan yang dapat diambil hanya jika ada kelonggaran arus kas.

Tags:
dana daruratDana pensiunHeadlineInvestasimerdeka finansialPerencanaan keuangantips merdeka finansial
Ananda Astri Dianka

Ananda Astri Dianka

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: