Rentang Jenuh Beli IHSG 6.325-6.406, Rekomendasi Saham LQ45 Masih Bakal Cuan

January 18, 2021, 05:03 AM UTC

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Karyawan beraktivitas dengan latar belakang layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Jum’at, 20 November 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Setelah vaksinasi perdana dimulai, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi memasuki era jenuh beli alias overbought. Pada awal pekan, Senin, 18 Januari 2021, IHSG diprediksi bakal berada para rentang support dan resistance 6.325,75 hingga 6.406,44.

Analis Binaartha Sekuritas, Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, berdasarkan rasio fibonacci, IHSG diprediksi berada pada 6.325,75 hingga 6.406,44. Indikator moving average convergence divergence (MACD) masih menunjukkan sinyal positif. Meskipun demikian, stochastic maupun relative strength index (RSI) sudah menunjukkan overbought.

“Di sisi lain, terlihat pola downward bar yang mengindikasikan adanya potensi koreksi lanjutan pada pergerakan IHSG. Sehingga berpeluang menuju ke support terdekat,” ujar Nafan melalui riset hariannya yang diterima TrenAsia.com, Senin 18 Januari 2021.

Meskipun begitu, ia merekomendasikan beberapa saham berpotensi cuan hari ini, yang mayoritas merupakan saham-saham LQ45. Di antaranya ADRO, BBCA, BMRI, BSDE, GGRM, TLKM, BEST, DSNG.

ADRO

Rekomendasi saham ADRO dengan akumulasi beli pada area level Rp1.440-Rp1.460 dengan target jual di level Rp1.500, Rp1.545, Rp1.600, Rp1.730 dan Rp1.860. Sementara, support di kisaran Rp1.440 dan Rp1.400.

“Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 20, sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar,” imbuhnya.

Fundamental perusahaan antara lain, RoE: 3.72%; PER: 21.70x; EPS: 67.99; PBV: 0.81x; Beta: 1.36.

BBCA

Nafan merekomendasikan saham BBCA dengan akumulasi beli pada area level Rp34.200 – Rp34.800 dengan target jual secara bertahap di level Rp35.300, Rp36.075, Rp37.600 dan Rp39.050 dan support Rp33.000.

“Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar,” tuturnya.

Fundamental perusahaan antara lain RoE: 14.51%; PER: 31.99x; EPS: 1,094.81; PBV: 4.64x; Beta: 0.94.

BMRI

Dia merekomendasikan saham BBCA dengan akumulasi beli pada area Rp6.625 – Rp6.725 dengan target jual secara bertahap di level Rp6.925, Rp7.100, Rp7.550, Rp7.850 dan Rp8.050 dan support Rp6.350.

“Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar,” jelasnya.

Fundamental perusahaan antara lain RoE: 9.70%; PER: 16.49x; EPS: 404.85; PBV: 1.60x; Beta: 1.46.

BSDE

Rekomendasi saham BSDE dengan akumulasi beli pada area level Rp1.250 – Rp1.275 725 dengan target jual secara bertahap di level harga Rp1.300, Rp1.340, Rp1.435 dan Rp1.525 dan support di kisaran Rp1.250 dan Rp1.200.

“Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli,” ucap dia.

Fundamental perusahaan antara lain RoE: 1.82%; PER: 43.00x; EPS: 29.53; PBV: 0.78x; Beta: 1.64.

GGRM

Nafan merekomendasikan saham GGRM dengan akumulasi beli pada area level Rp40.400 – Rp40.800 dengan target jual secara bertahap di level harga Rp41.675, Rp42.300, Rp44.900, Rp47,500, Rp50.100 dan Rp66.125. Sedangkan support di kisaran Rp39.700 dan Rp38.725.

“Pergerakan harga saham menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar,” lanjutnya.

Fundamental perusahaan antara lain RoE: 12.98%; PER: 10.30x; EPS: 3962.96; PBV: 1.35x; Beta: 0.95.

TLKM

Dia merekomendasikan saham TLKM dengan akumulasi beli pada area Rp3.440 – Rp3.480 dengan target jual secara bertahap di level harga Rp3.550, Rp3.640, Rp3.840, Rp4.040 dan Rp4.540 dan support di Rp3.440, Rp3.390 dan Rp3.330.

“Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar,” kata dia.

Fundamental perusahaan antara lain RoE: 18.22%; PER: 15.51x; EPS: 224.40; PBV: 2.82x; Beta: 0.75.

BEST

Selain saham-saham LQ45, Nafan juga merekomendasikan saham BEST dengan akumulasi beli pada area Rp184 – Rp186 dengan target jual secara bertahap di level harga Rp190, Rp198 dan Rp234. Support Rp179 dan Rp163.

“Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 60 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar,” sebut Nafan.

Fundamental perusahaan antara lain RoE: -3.31%; PER: -12.46x; EPS: -14.93; PBV: 0.41x; Beta: 1.74.

DSNG

Selanjutnya, ia juga merekomendasikan saham DSNG dengan akumulasi beli pada area Rp630 – Rp640 dengan akumulasi beli pada area Rp660, Rp680, Rp730 dan Rp780. Support Rp630, Rp620 dan Rp605.

“Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar,” tukasnya.

Fundamental perusahaan antara lain RoE: 5.63%; PER: 31.07x; EPS: 20.60; PBV: 1.75x; Beta: 0.53. (SKO)