Realisasi Penyaluran KUR Bank Mandiri Semester I-2021 Tembus Rp22,5 Triliun

10 Agustus 2021 19:04 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Editor: Laila Ramdhini

Nasabah melakukan transaksi di counter kantor cabang Bank Mandiri, Plaza Mandiri, Jakarta, Senin, 22 Maret 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp22,5 triliun per Juli 2021. Fasilitas kredit ini ditujukan untuk memacu kembali geliat pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Direktur Jaringan dan Retail Bank Mandiri Aquarius Rudianto mengungkap target penyaluran KUR tahun ini mencapai Rp35 triliun. Dengan kata lain, penyaluran KUR hingga awal semester II-2021 sudah mencapai 64,2% dari target tersebut.

Aquarius mengungkapkan Bank Mandiri bakal mempercepat penyaluran KUR pada semester II-2021. Menurutnya, kredit untuk pelaku UMKM dapat menjadi motor penggerak Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. 

“Upaya kami bagaimana caranya Indonesia ini cepat bangkit dari pandemi. Akan kami percepat penyaluran ini sebagai upaya pemulihan ekonomi,” ucap Aquarius dalam acara Gerakan Indonesia Pasti Bisa, Selasa, 10 Agustus 2021.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menargetkan plafon KUR pada tahun ini bisa menembus Rp253 triliun. Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) diberikan mandat untuk menyalurkan bantuan ini kepada pelaku UMKM.

Menurut data per awal Juli 2021, realisasi penyaluran KUR mencapai Rp128,46 triliun. Angka itu setara 50,77% dari target. Penyaluran KUR ini menjadi fokus pemerintah untuk mengangkat kembali pertumbuhan ekonomi. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kontribusi UMKM terhadap PDB mencapai 60,3%. 

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah pun mendorong pemerintah untuk memprioritaskan pemulihan sektor UMKM. 

Kendati demikian, Piter menyebut kredit terhadap segmen UMKM berpotensi mengalami kontraksi pada Juli hingga Agustus ini. Ekspansi UMKM yang tadinya mulai membaik sepanjang kuartal II-2021 diprediksi bakal terhenti akibat PPKM Level 4.

“Bisa terjadi kontraksi, bergantung pada lamanya PPKM Level 4 ini. Sejauh ini kan sudah satu bulan lebih. Banyak UMKM yang masih terpuruk harus memburuk karena pembatasan itu,” jelas Piter saat dihubungi Trenasia.com belum lama ini.

Kredit perbankan pada Juni 2021 telah mengalami pertumbuhan tipis 0,59% year on year (yoy) atau meningkat sebesar Rp67,39 triliun. Pada periode yang sama, kredit UMKM tumbuh sebesar 1,9% yoy.

Realisasi itu diproyeksikan bakal menurun karena adanya PPKM Level 4 sejak awal Juli 2021. Selain melalui kredit, Piter menyebut percepatan penyaluran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021 bisa menjadi cara mencegah kebangkrutan para pelaku UMKM.

Berita Terkait