Realisasi Investasi Sektor ESDM Capai Rp274,35 Triliun hingga Oktober 2021

25 November 2021 17:01 WIB

Penulis: Daniel Deha

Editor: Laila Ramdhini

Pemerintah resmi menurunkan harga gas industri. ( Dok. Kementerian ESDM)

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi investasi di sektor ESDM hingga Oktober 2021 mencapai U$19,2 miliar setara Rp274,35 triliun (asumsi kurs Rp14.290 per dolar Amerika Serikat).

Sekretaris Jenderal Kemeterian ESDM Ego Syahrial mengatakan realisasi tersebut sekitar 59% dari target investasi US$33 miliar pada tahun 2021. Hingga akhir tahun, dia memperkirakan akan melampaui pencapaian tahun lalu sebesar US$26,3 miliar.

"Hingga Oktober 2021 ini realisasi investasi sektor ESDM telah mencapai US$19,2 miliar. Hingga akhir tahun diproyeksikan lebih besar dari tahun lalu," katanya dalam Economic Outlook 2022, Kamis, 25 November 2021.

Dia menerangkan realisasi Oktober terdiri dari realisasi komponen minyak dan gas bumi yang mencapai US$10 miliar, listrik sebesar US$4,7 miliar, mineral dan batu bara US$3,2 miliar serta energi baru terbarukan US$1,3 miliar.

Khusus untuk realisasi migas, litfing migas hingga kuartal III-2021 telah mencapai 1,66 juta barel oil per day (BOPD) atau sekitar 65,9% dari target 1,7 juta BOPD.

Sementara itu, rasio elektrifikasi hingga triwulan ketiga telah mencapai 99,4%. Masih ada 3 provinsi dengan rasio elektrifikasi di bawah rata-rata, yaitu NTT, Maluku dan Papua.

"Tahun 2022 ditargetkan rasio elektrifikasi dapat mencapai 100 persen," imbuhnya.

Dia mengatakan tantangan selanjutnya adalah sebesar 66% di Indonesia masih disuplai dari pembangkit listrik berbahan batu bara atau PLTU sehingga secara perlahan pemerintah mendorong pemanfaatan energi terbarukan. Saat ini, porsi energi terbarukan di sektor pembangkit listrik masih hanya sekitar 13%.

"Arah kebijakan pembangunan energi kedepan adalah meningkatkan bauran energi terbarukan hingga mencapai 23% pada akhir tahun 2025 dan mencapai energi bersih pada tahun 2060 atau lebih cepat," tambahnya.

Selain itu, pemerintah juga telah membangun smelter untuk mempercepat hilirisasi industri mineral seperti nikel, bauksit dan tembaga. Tahun depan ditargetkan menambah 5 smelter baru dan pada 2023 mencapai 53 unit smelter.

"Terjadi pembangunan 4 smelter baru pada tahun 2021 ini sehingga jumlah smelter menajdi 23 unit," kata Ego.

Target Investasi US$34 Miliar

Tahun depan, Ego memperkirakan realisasi investasi bisa mencapai lebih dari US$30 miliar, atau dalam rencana strategis Kementerian ESDM mencapai US$34,5 miliar.

Menurutnya, Kementerian ESDM mematok realisasi investasi terbesar bersumber dari subsektor minyak dan gas bumi yang mencapai US$17 miliar, atau meningkat dari tahun ini US$16,8 miliar.

"Tahun 2022, investasi sektor ESDM diproyeksikan lebih besar lagi, bisa mencapai lebih dari US$30 miliar," kata Ego.

Untuk mencapai target tersebut pemerintah telah mengeluarkan berbagai insentif diantaranya fleksibilitas skema kontrak migas, bagi hasil migas serta therm and condition kontrak yang tentunya lebih menarik.

"Selain itu perbaikan fiskal di sektor hulu migas juga sedang kita siapkan," katanya.

Berita Terkait