Grup Bakrie: Raup Rp1,81 Triliun dari Rights Issue, Energi Mega Persada Caplok Blok Gas

04 Agustus 2021 06:31 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Sukirno

Blok minyak dan gas milik PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) dari Grup Bakrie / Emp.id

JAKARTA – Emiten migas afiliasi Grup Bakrie, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) telah menyelesaikan akuisisi atas tambahan 25% saham di Energi Mega Pratama Inc, yang melalui anak usahanya mengoperasikan blok gas Kangean di Jawa Timur. 

Direktur Keuangan Energi Mega Persada, Edoardus Ardianto mengatakan pihaknya telah mendapatkan lebih dari US$125 juta atau sekitar Rp1,81 triliun (asumsi kurs Rp14.500 per dolar AS) melalui penawaran umum terbatas (PUT) II pada pertengahan Juli 2021.

“Kami menggunakan sekitar US$43,5 (Rp630,75 miliar) dari dana hasil PUT tersebut untuk mengakuisisi tambahan 25 persen kepemilikan saham tersebut. Saat ini kami mengendalikan 75 persen kepemilikan aset gas Kangean melalui anak-anak usaha kami,” ujarnya, Selasa, 3 Agustus 2021.

Direktur Utama Energi Mega Persada, Syailendra Bakrie menyatakan aset Kangean sangat berharga bagi perseroan. Sepanjang 2020, blok migas ini telah berkontribusi sebesar 48% dari total produksi minyak dan gas perseroan dengan rata-rata produksi di semester I-2021 sebanyak 169,53 juta kaki kubik gas per hari.

“Kangean juga mengoperasikan sekitar 177 miliar kaki kubik gas dalam cadangan terbukti dan terukur. Peningkatan kepemilikan ini akan berdampak positif terhadap volume produksi gas, pendapatan, dan laba bersih perseroan,” tuturnya.

Sementara itu, Chief Communication Office ENRG, Adinda Bakrie menyebut, pihaknya akan terus berpartisipasi dalam program pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta SKK Migas demi mencapai produksi nasional 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar kaki kubik per hari pada 2030.

“Peningkatan kepemilikan kami di blok Kangean merupakan bagian dari usaha kami untuk mencapai tujuan tersebut,” ucap dia.

Diberitakan sebelumnya, perseroan telah melaksanakan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) alias rights issue. Dalam aksi korporasi tersebut, perseroan melepas sekitar 14,48 miliar lembar saham dengan harga pelaksanaan Rp126 per unit saham.

Berita Terkait