Indocement Raup Pendapatan Rp6,67 Triliun, Laba Semen Tiga Roda Melonjak 24,8 Persen

04 Agustus 2021 06:43 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Sukirno

Semen Tiga Roda milik PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk. / Facebook @harmoni3roda

JAKARTA – Produsen semen milik konglomerat Anthoni Salim, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat kinerja positif sepanjang paruh pertama 2021. Pendapatan serta laba bersih perseroan kompak naik. 

Mengutip laporan keuangan interimnya, perseroan berhasil membukukan pendapatan bersih sebesar Rp6,67 triliun pada semester I-2021. Angka ini naik sekitar 8% year-on-year (yoy) dibandingkan dengan perolehan pendapatan periode yang sama tahun lalu, sebanyak Rp6,18 triliun.

Selama enam bulan pertama tahun ini, penjualan semen dan klinker di pasar domestik mencapai 8 juta ton atau meningkat sekitar 8,8% yoy dari periode yang sama tahun lalu. Catatan itu juga menetapkan pangsa pasar perseroan menjadi 25,6%.

Volume penjualan INTP di luar Jawa tumbuh 10,6% atau lebih tinggi dari pertumbuhan di Jawa sebesar 3%. Sedangkan, untuk pangsa pasar, masing-masing mencatatkan 15,7% dan 34,3%. Peningkatan pertumbuhan penjualan luar Jawa terbesar berada di wilayah Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatra.

Di sisi lain, beban pokok pendapatan perseroan naik 6,5% secara tahunan dari Rp4,30 triliun menjadi Rp4,57 triliun pada paruh pertama tahun ini. Hal tersebut seiring dengan pertumbuhan volume penjualan yang diperoleh perseroan.

Dengan catatan tersebut, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 24,8% yoy dari Rp470,03 miliar menjadi Rp586,58 miliar. Laba per saham INTP ikut terkerek menjadi Rp159,34 per lembar dari Rp127,68 per lembar pada semester I-2020.

Perseroan juga membukukan posisi kas bersih dengan kas dan setara kas sebesar Rp8,08 triliun per 30 Juni 2021, lebih tebal dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Total aset naik tipis menjadi Rp27,36 triliun dari Rp27,34 triliun.

Sebelumnya, perseroan telah membagikan dividen tunai mencapai Rp2,67 triliun untuk tahun buku 2020. Jumlah itu diraih dari seluruh laba bersih perseroan tahun lalu senilai Rp1,81 triliun dan Rp862,26 miliar berasal dari saldo laba ditahan yang belum ditentukan penggunaannya.

Berita Terkait