Raup Pendanaan Seri D2 Rp2,34 Triliun, Carsome Jadi Unicorn Terbesar di Malaysia

01 September 2021 15:51 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Amirudin Zuhri

Suasana perdagangan mobil bekas di Bursa Mobil Summarecon Serpong Tangerang Selatan, Rabu 25 Agustus 2021. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia (trenasia.com)

KUALA LUMPUR – Platform e-commerce mobil Carsome Group (Carsome), mengumumkan penutupan putaran pendanaan Seri D2 senilai US$170 juta atau senilai Rp2,43 triliun (asumsi kurs Rp14.306 per dolar Amerika Serikat).

Pendanaan ini menjadikan valuasi perusahaan naik jadi US$1,3 miliar, sehingga menjadikannya unicorn teknologi terbesar Malaysia. 

Pendanaan tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas kredit baru sebesar US$30 juta. Total dana yang terkumpul menjadi US$200 juta.

“Putaran pendanaan terbaru memungkinkan Carsome untuk mempercepat pertumbuhan organiknya dalam bisnis ritel dan pembiayaan mobil,“ kata Co-Founder and Group CEO Carsome, Eric Cheng dalam keterangan resmi, Rabu 1 September 2021.

Putaran pendanaan terbaru Carsome tersebut akan memperkuat fokus strategisnya pada pertumbuhan dan perluasan model business-to-consumer (B2C). Tahun ini, Carsome telah membuka tujuh pusat ritel B2C yang dikenal dengan Carsome Experience Center di Malaysia, Indonesia dan Thailand dengan beberapa lagi yang sedang dalam proses untuk dibuka tahun ini.

Suntikan pendanaan juga memperkuat layanan Carsome dalam hal pembiayaan mobil bagi pembeli dan dealer mobil bekas. Selain memajukan pertumbuhan bisnis B2C, pendanaan Seri D2 Carsome juga diharapkan dapat meningkatkan kapabilitas perusahaan dalam hal investasi strategis serta merger dan akuisisi. 

Akuisisi PT Universal Collection

Tahun ini, Carsome telah mengakuisisi seluruh saham di PT Universal Collection, layanan lelang mobil dan motor yang berbasis di Jakarta. Serta menjalin kemitraan strategis dengan platform listing dan konten otomotif iCar Asia untuk membangun ekosistem otomotif terbesar di Asia Tenggara, dengan transaksi lebih banyak lagi selama enam bulan kedepan.

“Dengan kekuatan dan pengalaman masing-masing dari kami di seluruh kawasan, kami percaya diri akan dapat terus mengembangkan kepemimpinan kami secara keseluruhan seiring kami berkembang secara vertikal dan horizontal,” jelas Catcha Group Co-founder and Group CEO, Patrick Grove.

Asia Partners Co-founder and Partner, Oliver M. Rippel menambahkan, “Kami terus berinvestasi karena yakin bahwa pendekatan menyeluruh yang terpercaya dan terintegrasi yang diterapkan Carsome akan membuatnya tetap menjadi grup otomotif digital terbesar di kawasan ini.”

Sebagai informasi, Carsome melakukan transaksi lebih dari 100,000 mobil secara tahunan, yang menghasilkan pendapatan sebesar US$1 miliar.

Berita Terkait