Rapat di Danau Toba, Luhut Minta Ini ke China

January 14, 2021, 11:33 AM UTC

Penulis: Ananda Astri Dianka

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menerima kunjungan dari Menteri Luar Negeri China, Wang Yi pada Selasa, 12 Januari 2021 di Parapat, Sumatra Utara. / Dok. Kemenko Marves

JAKARTA – Bertempat di kawasan Danau Toba, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menemui Menteri Luar Negeri China, Wang Yi untuk membahas sejumlah kerja sama bilateral termasuk perluasan akses ekspor.

Delegasi Indonesia menyampaikan beberapa hambatan perdagangan produk Indonesia untuk masuk pasar China serta kelanjutan dari perjanjian perdagangan yang sudah ada.

“Kami meminta pemerintah China membuka akses pasar lebih luas untuk produk-produk Indonesia,” kata Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga menukil dari keterangan resmi, Kamis, 14 Januari 2021.

Sejumlah produk yang menjadi fokus diskusi antara lain porang (konjac chips), buah nanas segar, sarang burung walet. Lalu, hewan akuatik hidup (konsumsi manusia, hias, dan breeding), dan hewan akuatik beku.

Pemerintah Indonesia juga berharap China kembali membuka keran untuk produk porang Indonesia. Pada 1 Juni 2020 silam, pemerintah China sempat menutup akses produk porang dari Indonesia.

Alasannya, China menilai porang Indonesia tidak memenuhi ketentuan keamanan pangan yang ditetapkan pemerintah China.

Namun, Indonesia telah melakukan dan menyampaikan Questionnaire for Risk Assessment of Konjac Chip from Indonesia kepada General Administration of Custom China (GACC) melalui nota diplomatik sejak 24 September 2020.

“Untuk itu, kami mengharapkan dukungan agar dapat mempercepat kajian ulangnya atas asesmen risiko yang kami ajukan,” imbuh Jerry.

Ekpor Sarang Walet

Selain porang, pemerintah mengajukan agar pemerintah China dapat memberikan bimbingan teknis bagi perusahaan sarang burung walet Indonesia agar memenuhi ketentuan eksportasi ke China.

Indonesia menduduki peringkat pertama sebagai negara eksportir sarang burung walet ke China dengan pangsa pasar sebesar 75,3%. Nilai impor sarang burung walet China dari Indonesia pada periode Januari-November 2020 mencapai US$350,93 juta.

Nilai ini meningkat sebesar 88,6% dari periode yang sama pada 2019 yang mencapai US$186,07 juta.

Secara kumulatif, nilai perdagangan Indonesia-China periode Januari-November 2020 mencapai US$63,39 miliar. Nilai ekspor nonmigas Indonesia ke China pada periode tersebut mencapai US$26,61 miliar.

Meningkat 12,79 % dari periode yang sama pada 2019 senilai US$23,59 miliar. Komoditas utama ekspor nonmigas Indonesia ke China adalah besi/baja, minyak kelapa sawit, dan batu bara.