Ramayana Gandeng Marketplace Targetkan Porsi Penjualan Online 2 Persen

15 September 2021 15:03 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Laila Ramdhini

toko ritel gulung tikar

JAKARTA – Ritel pakaian PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) menargetkan pendapatan online sampai dengan akhir tahun kurang lebih 2% dari total penjualan perseroan.

Untuk itu, Ramayana melanjutkan penjualan melalui e-commerce serta kerja sama dengan marketplace, seperti Tokopedia, Shopee, Lazada, Bukalapak, Blibli, dan JD.ID.

Meskipun demikian, perseroan mengaku kontribusi penjualan online belum terlalu besar terhadap penjualan saat ini. Untuk itu, Ramayana akan tetap mempertahankan keberadaan gerai ke depan.

“Kami yakin, pada saat keadaan mulai normal, penjualan offline akan kembali berkontribusi besar terhadap penjualan Ramayana,” mengutip manajemen dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, 15 September 2021.

Di samping itu, perseroan sementara ini juga belum memiliki rencana untuk mengembangkan bisnis ke luar negeri atau melakukan ekspor.

Untuk mengantisipasi penurunan jumlah pelanggan yang berbelanja langsung ke gerai, Ramayana menyediakan menu layanan Pesan Antar di aplikasi Ramayana Member Card dan aplikasi WhatsApp di masing-masing gerai.

Sembari menunggu keadaan ekonomi mulai membaik, ke depan perseroan juga mengaku akan melanjutkan strategi transformasi bisnis dengan konsep Ramayana Prime atau Citiplaza.

Pada semester II-2021, perseroan tidak memiliki rencana untuk menutup gerai. Manajemen akan mengevaluasi kinerja masing-masing toko secara berkala, terutama pada pos biaya untuk gerai yang kurang produktif atau merugi.

Adapun hingga semester pertama tahun ini, Ramayana sendiri telah melakukan pembukaan dua gerai yang terletak di Tangerang dan Pekanbaru.

“Untuk semester du aini juga belum ada rencana pembukaan gerai baru,” ungkap manajemen.

Sebagai informasi, Sepanjang semester I-2021, laba bersih RALS mampu terbang 2.470,7% year on year (yoy) menjadi Rp137,8 miliar, dari periode tahun lalu Rp5,4 miliar. 

Melesatnya laba bersih perseroan ditopang oleh penjualan sebesar Rp2,73 triliun, naik 24,5% yoy dari penjualan pada periode yang sama tahun lalu senilai Rp2,19 triliun. 

Penjualan tertinggi pada enam bulan pertama 2021, utamanya disebabkan oleh kenaikan penjualan yang signifikan pada kuartal II-2021. Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp1,96 triliun, naik 134% yoy dibandingkan dengan penjualan di kuartal II-2021 Rp838,81 miliar.

Berita Terkait