Raksasa Google dan Temasek Resmi Genggam Saham Unicorn E-Commerce Tokopedia

JAKARTA – Perusahaan raksasa digital global Google Inc asal Amerika Serikat dan Temasek Holdings dari Singapura resmi menjadi pemegang saham e-commerce lokal Tokopedia.

Hal tersebut langsung disampaikan oleh CEO sekaligus Co-Founder Tokopedia, William Tanuwijaya. Namun, tidak disebutkan jumlah investasi yang dikeluarkan oleh Google dan Temasek.

“Kami sangat senang menyambut Temasek dan Google sebagai pemegang saham Tokopedia. Kami merasa terhormat atas kepercayaan dan dukungan mereka kepada Tokopedia dan Indonesia,” tulis William di akun Instagram pribadinya, dikutip TrenAsia.com, Selasa 17 November 2020.

Ia meyakini bahwa kerja sama tersebut dapat mendorong terwujudnya cita-cita Tokopedia menjadi perusahaan yang kuat dan berkelanjutan. Ke depannya, kolaborasi itu juga dapat mengakselerasi transformasi digital serta melakukan pemerataan ekonomi melalui teknologi di dalam negeri.

Rumor masuknya Google dan Temasek menjadi investor Tokopedia sebenarnya telah berembus sejak beberapa bulan lalu. Sejumlah sumber menyebutkan bahwa Temasek mengeluarkan investasi sebesar US$500 juta atau Rp7 triliun (asumsi kurs Rp14.000 per dollar AS). Sedangkan, Google bersama investor lain memberikan tambahan modal sebanyak US$300 juta, setara Rp4,2 triliun.

Namun, sumber yang dimiliki Tech In Asia menyangkal besaran investasi tersebut. “Jumlah itu benar-benar salah,” Senin, 26 Oktober 2020. Meskipun begitu ia tidak memberikan rincian besaran investasi, sehingga tidak diketahui apakah jumlah investasi lebih besar atau sebaliknya.

Saat ini Tokopedia merupakan perusahaan berbasis teknologi informasi dengan status unicorn dengan nilai valuasi lebih dari US$1 miliar atau Rp14 triliun. Suntikkan dana dari Google dan Temasek digadang-gadang akan menyulap status Tokopedia menjadi decacorn.

Valuasi saham Tokopedia terakhir kali diperkirakan sebesar US$7,5 miliar atau Rp105 triliun. Sedangkan status decacorn sendiri merupakan predikat yang diberikan kepada startup yang memiliki valuasi US$10 miliar, atau sebanding dengan Rp140 triliun. (SKO)

Tags:
Belanja OnlinedecacornE-commerceecommercegojekGoogleGoogle dan Temasek Investor TokopediaGoogle IncHeadlinepenambahan modalrintisanStartupsuntik modalTemasekTemasek HoldingsTokopediaUnicorn
Drean Muhyil Ihsan

Drean Muhyil Ihsan

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: