Raih Restu Pemegang Saham, Pengelola Hypermart (MPPA) Siap Rights Issue 1,175 Miliar Saham

15 September 2021 13:32 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Amirudin Zuhri

Hypermart adalah salah satu produk ritel milik PT Matahari Putra Prima Tbk. / Facebook @Hypermart-Tanjung-Pinang-City-Center-652877128194713

JAKARTA – Para pemegang saham emiten pengelola Hypermart, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) menyetujui rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) alias rights issue perseroan.

Keputusan tersebut diambil melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar perseroan pada 9 September 2021. Dengan begitu, perseroan siap melakukan rights issue dengan menerbitkan 1,175 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp50 per unit.

Pada rapat tersebut, para pemegang saham turut menyetujui adanya peningkatan modal dasar perseroan menjadi Rp1,5 triliun. Ini terdiri atas 30 miliar lembar saham dari semula Rp540 miliar atas 10,8 miliar saham.

Di pertengahan Juli 2021, perseroan juga sempat mengumumkan rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atawa private placement dengan target pendapaan sekitar Rp670,85 miliar.

Pada saat itu, peritel milik Grup Lippo ini berencan menerbitkan sebanyak-banyaknya 752.914.792 lembar saham atau setara dengan 10% dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor. Perseroan berasumsi harga pelaksanaan paling kecil berada pada level harga Rp891 per lembar.

Sepanjang kuartal II-2021, perseroan mencatatkan penjualan kotor (gross sales) lebih dari Rp2 triliun. Selain itu, penjualan online MPPA juga tumbuh 21,3% year-on-year (yoy) dibandingkan dengan kuartal II-2020.

Menurut data NielsenIQ, market share MPPA tumbuh mencapai 24,1% di supermarket dan hypermarket. Dampak positif dari sinergi online to offline (O2O) bisnis yang diterapkan oleh MPPA dinilai mulai terlihat.

“Hal ini dibuktikan melalui tercapainya rasio penjualan online terhadap penjualan reguler sebesar 5,8 persen pada Juni 2021. Angka ini menjadi rasio tertinggi sejak MPPA bertranformasi ke dalam bisnis O2O,” tulis keterangan resmi yang diterima Rabu, 4 Agustus 2021.

Chief of Executive Officer MPPA Elliot Dickson mengeklaim, pihaknya telah berada pada jalur transformasi O2O yang baik. Hal ini sekaligus diikuti dengan peningkatan omzet penjualan serta laba bruto yang stabil.

“Kami yakin, MPPA mampu bertransformasi menjadi salah satu pemain online groceries terbesar di Indonesia,” tutur dia.

Berita Terkait