Raih Penjualan Rp388,88 Miliar, Laba Bersih Cisadane Sawit Raya (CSRA) Meroket 94 Persen

26 Agustus 2021 22:11 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Editor: Laila Ramdhini

Minyak Kelapa Sawit/ Sumber: ugm.ac.id

JAKARTA – PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) berhasil membukukan penjualan sebesar Rp388,88 miliar pada semester I-2021. Capaian ini meningkat 42,3% dari catatan semester I-2020 yang sebesar Rp273,33 miliar.

“Pesatnya kinerja tersebut merupakan kombinasi dari penguatan faktor eksternal yaitu peningkatan tren bullish harga jual rata-rata komoditas kelapa sawit,” ujar Sekretaris Perusahaan CSRA Iqbal Prastowo dalam siaran pers, Kamis, 26 Agustus 2021.

Iqbal melanjutkan, faktor tersebut juga ditambah dengan konsistensi capaian internal dalam hal kemampuan mempertahankan kinerja produktivitas yang optimal di seluruh lini operasi.

Sampai semester I-2021, total luas lahan tertanam inti perseroan mencapai 18.605 hektare (ha). Dari luas lahan perkebunan yang tertanam tersebut, seluas 15.660,4 ha ditanami tumbuhan yang menghasilkan (mature).

Produksi tandan buah segar (TBS) inti pun tercatat sebesar 152.150 ton, meningkat dari produksi semester I-2020 sebesar 140.144 ton. Lalu, produksi minyak sawit mentah (CPO) tercatat sebesar 19.091 ton, turun tipis dari sebelumnya 19.605 ton.

Laba kotor tercatat menguat 82,65% menjadi Rp199,96 miliar pada semester I-2021. Pada semester I-2020, laba kotor tercatat Rp109,48 miliar. Laba operasional juga meningkat 153,7% menjadi Rp142,91 miliar dari sebelumnya Rp56,33 miliar.

Akhirnya, CSRA pun mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp83,45 miliar. Jumlah ini meroket 94% dari Rp43,04 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Total aset pada 30 Juni 2021 tercatat sebesar Rp1,53 triliun, meningkat 9,7% dari posisi akhir 2020 sebesar Rp1,4 triliun. Dari total aset semester I-2021, 21% atau Rp 326,2 miliar tergolong aset lancar. 

Total liabilitas CSRA ditutup sebesar Rp878,77 miliar pada semester I-2020, meningkat 6,4% dibandingkan posisi akhir 2020. Sementara itu, ekuitas tercatat sebesar Rp655,73 miliar pada enam bulan pertama 2021, meningkat 14,6% dibandingkan posisi akhir 2020.

Berita Terkait