Siasat INDY Membalikkan Kinerja dari Rugi Jadi Laba Rp174 Miliar per Semester I-2021

02 Agustus 2021 21:09 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Laila Ramdhini

Emiten pertambangan batu bara milik konglomerat Sudwikatmono PT Indika Energy Tbk (INDY) saat RUPST 2018 / Foto: Dok. Indika Energy

JAKARTA -  Emiten pertambangan milik konglomerat Sudwikatmono PT Indika Energy Tbk (INDY) berhasil membalikkan kinerja, dari semula rugi menjadi laba pada semester I-2021.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis di Bursa Efek Indonesia (BEI), laba yang diatribusikan ke entitas induk tercatat US$12 juta atau setara Rp174 miliar (kurs Rp14.500 per dolar Amerika Serikat). Padahal, pada semester I tahun lalu, perseroan menelan rugi hingga US$21,9 juta.

“Keberhasilan ini diperoleh berkat kinerja anak perusahaan. Selain itu, permintaan dan perbaikan harga batu bara yang naik juga turut mendongkrak kinerja tersebut,” ungkap manajemen dalam keterangan resmi, Senin, 2 Agustus 2021.

Selain itu, sepanjang enam bulan pertama tahun ini pendapatan INDY naik 14,1% year-on-year (yoy) dari US$1,12 miliar menjadi US$1,28 miliar.

Peningkatan pendapatan terutama berasal dari anak usaha perseroan, PT Kideco Jaya Agung (Kideco) yang mencatat kenaikan harga jual rata-rata batu bara sebesar 21,9%. Harga awal US$39,8 menjadi US$48,6 per ton pada periode ini.

Kideco juga mencatat kenaikan volume penjualan batu bara sebesar 8,5% dari 16,6 juta ton menjadi 18,1 juta ton. Dari volume tersebut, sebanyak 6,4 juta ton atau 35% di antaranya dipasarkan untuk domestik.

Sementara itu, volume penjualan batu bara untuk pasar ekspor mencapai 11,7 juta ton dengan negara tujuan China, India, dan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Kemudian, anak usaha yang lain, yakni PT Petrosea Tbk (PTRO) juga mencatat kenaikan 9,9% berkat meningkatnya kinerja di bidang kontrak pertambangan.

Demikian pula perusahaan tambang batu bara PT Multi Tambangjaya Utama (MUTU), kinerja meningkat 75,1% disebabkan oleh kenaikan volume penjualan batu bara dari 0,6 juta ton menjadi 0,9 juta. Adapun kenaikan harga jual rata-rata batu bara MUTU sebesar 30,4% dari US$63,1 menjadi US$82,3 per ton.

Kendati demikian, beban pokok pendapatan INDY meningkat dari rugi US$954 juta menjadi rugi US$993 juta pada periode ini. Untuk posisi kas, setara kas dan aset keuangan lain, perseroan membukukan sebesar  US$756,6 juta. 

Total liabilitas perseroan meningkat tipis dari US$2,62 miliar per akhir 2020 menjadi US$2,7 miliar pada periode ini. Begitu pun dengan total ekuitas yang tercatat sebesar US$888,1 juta dari sebelumnya US$867,2 juta per akhir 2020. Total aset INDY per semester I-2021 tercatat naik, dari US$3,49 miliar menjadi US$3,59 miiliar.

Berita Terkait