Putin Akhirnya Angkat Bicara Soal Serangan Balik Ukraina

17 September 2022 18:32 WIB

Penulis: Amirudin Zuhri

MOSKOW-Setelah sekian lama diam Presiden Rusia Vladimir Putin akhirnya berkomentar tentang kemunduran pasukannya dari sejumlah garis pertempuran. Terutama wilayah Kharkiv di Timur Laut Ukraina.

Dia menegaskan serangan  balasan Ukraina baru-baru ini tidak akan mengubah rencana Rusia. Ini menjadi  dalam komentar publik pertamanya tentang masalah tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya dalam  serangan balik yang cepat, pasukan Ukraina  merebut lebih dari 8.000 km persegi  dalam enam hari di wilayah timur laut Kharkiv.

Namun Putin mengatakan dia tidak terburu-buru. Dan  serangan di wilayah Donbas Ukraina tetap di jalurnya. 

"Operasi ofensif kami di Donbas tidak berhenti. Mereka bergerak maju - tidak dengan kecepatan yang sangat cepat - tetapi mereka secara bertahap mengambil lebih banyak wilayah," katanya setelah pertemuan puncak di Uzbekistan.

Kawasan industri Donbas di Ukraina timur adalah fokus invasi Rusia yang menurut Putin diperlukan untuk menyelamatkan penduduk berbahasa Rusia dari genosida.

Bagian dari Donbas telah diduduki oleh separatis yang didukung Rusia sejak 2014. Wilayah Kharkiv, di mana serangan balik Ukraina baru-baru ini diluncurkan bukan bagian dari Donbas.

Dalam komentar hari Jumat di Uzbekistan Putin mengancam tanggapan  lebih serius jika serangan Ukraina berlanjut. Dia  mengingatkan  tentara Rusia tidak berperang secara total. Hanya  tentara profesional yang berperang.  Sejauh ini Rusia belum secara resmi menyatakan perang terhadap Ukraina dan hanya menyebut invasinya sebagai  operasi militer khusus.

Tetapi setelah kemunduran Rusia baru-baru ini, beberapa komentator pro-Kremlin menyerukan lebih banyak pasukan untuk dimobilisasi. Sebuah video bocor baru-baru ini  menunjukkan upaya untuk merekrut narapidana untuk bergabung dengan wagner. Sebuah kelompok tentara swasta di Rusia.

Putin melakukan kunjungan ke Uzbekistan untuk menghadiri  KTT Organisasi Kerjasama Shanghai  atau CSO. Di acara ini dia bertemu dengan pemimpin China Xi Jinping. Namun sepertinya Rusia tetap belum bisa mendapatkan dukungan penuh dari Bejing terkait perang. Putin mengakui China memiliki sejumlah kekhawatiran dan pertanyaan terkait konflik tersebut. Namun mereka sepakat untuk meningkatkan kerjasama di berbagai bidang lain.

Perdana Menteri India Narendra Modi juga menyinggung soal Ukraina ketika bertemu dengan Putin. Dia mengingatkan orang kuat Rusia itu bahwa Saat ini  ini bukan waktu untuk perang. Dia juga telah berkali-kali mengingatkan itu kepada Putin.

Menanggapi pernyataan Modi tersebut Putin memahami kekhawatiran India dan berjanji akan secepatnya menyelesaikan perang. 

Di bagian lain Presiden Amerika Joe Biden mengulangi seruannya pada Rusia untuk menahan diri dari menggunakan senjata nuklir kimia atau taktis. Berbicara selama wawancara dengan CBS News Biden mengatakan tindakan seperti itu akan  mengubah wajah perang tidak seperti apa pun sejak Perang Dunia Kedua.

Dari medan pertempuran dilaporkan Ukraina pada Jumat telah menguasai penuh  kota Kupiansk yang menjadi jalur utama rel kereta api. Bagian barat kota telah direbut beberapa hari sebelumnya. Pasukan Ukraina pada  Jumat mengatakan  mereka membebaskan bagian timur kota yang  dipisahkan oleh Sungai Oskil.

Berita Terkait