Pusat Data Terus Dilirik, Sewa Gudang Masih Menarik

April 19, 2021, 07:07 PM UTC

Penulis: Reza Pahlevi

Pekerja menyiapkan barang pesanan untuk dikirimkan kepada pembeli di gudang toko daring Lazada di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Selasa (23/5). Untuk mengimbangi perkembangan. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Konsultan properti Jones Lang LaSalle (JLL) Indonesia melihat adanya dua gudang modern yang baru selesai dibangun pada triwulan pertama 2021 menunjukkan investor masih melirik sektor pergudangan.

“Hal ini salah satunya dipicu oleh dampak positif terhadap permintaan yang disebabkan oleh perkembangan signifikan sektor e-commerce,” ujar Head of Industrial JLL Indonesia Farazia Basarah dalam siaran pers, dikutip Senin, 19 April 2021.

JLL mencatat ada dua proyek yang diselesaikan pada triwulan pertama 2021 ini. Dua proyek gudang ini berlokasi di wilayah Depok-Bogor dan Bekasi. Adapun, total luas pasokan baru ini sekitar 78.500 meter persegi (m2)

“Selain ruang pergudangan, perkembangan e-commerce dan perusahaan start-up juga memberikan dampak positif terhadap permintaan akan data centre atau pusat data selama tiga tahun terakhir,” tambah Farazia.

Meski e-commerce jadi pasar berkembang, penyewa masih didominasi sektor logistic pihak ketiga. Di posisi kedua, ada industri fast moving consumer goods (FMCG). E-commerce sendiri ada di posisi ketiga.

JLL menyebutkan keterisian pergudangan masih stabil di angka 90% dengan stok saat ini yang mencapai 1,9 juta m2. Sementara itu harga sewa rata-rata berada di rentang Rp60.000-Rp80.000 per m2.

Selain itu, mereka juga memprediksi akan ada sekitar 175.000 m2 pasokan baru yang proyeknya akan selesai tahun ini. Adapun, mereka memprediksi aka nada 600.000 m2 pasokan baru sampai 2023 nanti.

“Proporsi jumlah penduduk muda yang tinggi dan jumlah pengguna internet yang terus meningkat di Indonesia menjadi daya tarik bagi para investor dan pelaku bisnis baik lokal maupun internasional,” tutup Faraza. (RCS)