Punya Ekosistem Besar, MNC Optimistis Genggam Bisnis Bank Digital

07 September 2021 16:30 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Editor: Amirudin Zuhri

Peluncuran MotionBanking dan MotionPay/ Sumber: MNC Bank

JAKARTA – Interkoneksi platform diyakini menjadi aspek vital dalam bisnis digital, termasuk layanan keuangan. Ekosistem digital ini pula yang menjadi kekuatan utama dari PT MNC Bank Internasional Tbk (BABP) dalam menghadapi persaingan bank digital.

Corporate Secretary MNC Bank Heru Sulistiadhi mengatakan ekosistem digital milik MNC Group diklaim terdepan dalam menghubungkan nasabah ke berbagai layanan keuangan. Dengan hal ini, Heru mengklaim bisnis bank digital yang digarap MNC Bank bakal lebih atraktif.

Seperti diketahui, MNC Bank dengan MotionBanking nya merambah ke dalam bank digital. MotionBanking ini masuk dalam ekosistem Motion milik MNC Group dan terkoneksi dengan berbagai layanan lain, seperti MotionPay, MotionInsurance, MotionTrade, hingga MotionKredit.

“Banyak potensi dari sisi keuangan sendiri karena kita memiliki ekosistem Motion. Ekosistemnya sangat besar, segala kemungkinan bisa terjadi” ujar Heru dalam diskusi virtual, Selasa, 7 September 2021.

Dengan mengandalkan ekosistem digital MNC Group, BABP optimistis bisa meraup lebih banyak pengguna baru aplikasi MotionBanking. Pasalnya, seluruh jaringan ekosistem digital MNC Group memiliki basis pengguna hingga 390 juta akun.

Ekspansi bisnis pun dilakukan dengan menambah modal melalui skema rights issue. BABP bakal melepas 14,23 miliar lembar saham baru dengan nominal pelaksanaan Rp318 per lembar. Adapun proyeksi dana segar dari aksi korporasi ini mencapai Rp4,53 triliun.

Lebih rinci, Heru menjelaskan Sekitar 62% akan digunakan sebagai modal untuk mendukung ekspansi kredit/aktiva produktif perseroan secara digital dan konvensional dengan porsi mayoritas digital sebesar 78% dan konvensional sebesar 22%.

Lalu, sebanyak 5% dana rights issue dialokasikan untuk pengembangan aplikasi MotionBanking. Dana ini menjadi suntikan perseroan untuk mengembankan credit scoring berbasis kecerdasan buatan (artifical intellegence/AI). Sementara sisanya bakal digunakan untuk memperkuat aspek permodalan.

Dengan dana degar ini, Heru memfokuskan fungsi intermediasi ke segmen konsumer. Dirinya menyebut punya potensi tinggi untuk menyasar masyarakat yang underbanked dan unbaked.

“Kalau dari sisi strategi bisnis, kita akan memperkuat MotionBanking karena ini menjadi tulang punggung MNC Bank. Kita sasar underbank atau mereka yang punya tabungan tapi belum punya instrumen keuangan lain seperti asuransi hingga investasi, kita punya ekosistemnya,” jelas Heru.

Kemudahan Teknologi

Selain itu, kemudahan teknologi menjadi daya tarik utama MNC Bank meraih nasabah baru. Pasalnya, hanya dengan 10 menit, Heru mengklaim nasabah bisa terdaftar sebagai nasabah baru. Kendati demikian, dari segi kinerja, BABP mengalami penurunan. BABP mengalami penurunan laba bersih 6,7% year on year (yoy) dari Rp5,13 miliar pada semester I-2020 menjadi Rp4,78 miliar pada semester I-2021.

Penurunan kinerja ini dipantik oleh merosotnya pendapatan bunga BABP hingga 6,8% yoy. Jumlah pendapatan bunga BABP menukik dari Rp500,04 miliar pada semester I-2020 menjadi Rp465,86 miliar pada semester I-2021.

Dari segi intermediasi bank, BABP tercatat menyalurkan kredit sebesar Rp7,69 triliun atau naik 8,10% dibandingkan posisi akhir 2020 yang sebesar Rp7,12 triliun.  Dari jumlah tersebut, rasio kredit bermasalah (Non performing loan/NPL) gross BABP parkir di level 4,48%.

NPL gross BABP diketahui telah menurun dibandingkan semester I-2020 yang sempat menyentuh 5,53%. Meski begitu, capaian NPL Gross BABP masih bertengger di atas rata-rata industri yang sebesar 3,24%.

Kondisi ini diperburuk dengan Net Interest Margin (NIM) BABP yang merosot menjadi 3,74% dari posisi sebelumnya di semester I-2020 sebesar 4,79%. Sementara itu, Return on Asset (ROA) BABP juga semakin turun dari 0,13% pada semester I-2020 menjadi 0,11% pada semester I-2021.

Adapun penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) BABP pada paruh pertama tahun ini mencapai Rp9,93 triliun Capaian itu telah mengalami kenaikan sebesar Rp728 miliar dibandingkan posisi akhir 2020 yang sebesar Rp9,20 triliun.

Secara keseluruhan, BABP memiliki aset sebesar Rp12,15 triliun atau naik dibandingkan akhir 2020 yang sebesar Rp11,65 triliun. Kinerja ini disebut Heru bakal membaik seiring jelasnya komitmen bisnis yang dilakukan MNC Bank.

“Akan lebih jelas, bisnis yang kami lakukan itu sudah clear.  Kami rasa akan lebih prospektif,” tegas Heru.

Berita Terkait