Punya Bobot 4,89 Persen dari Indeks, Inilah Dampak Anjloknya Saham GOTO Terhadap IHSG

02 Desember 2022 14:34 WIB

Penulis: Idham Nur Indrajaya

Editor: Ananda Astri Dianka

Ilustrasi layanan GoSend dari PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (dok. Gojek)

JAKARTA - Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna mengatakan, anjloknya saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk telah berdampak kepada penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Nyoman menjelaskan, perode penguncian atau lock up GOTO telah berakhir pada 30 November 2022.

Sejak lock up dibuka, saham GOTO mengalami tekanan jual dan nilainya pun sampai anjlok ke level auto rejection bawah (ARB).

Anjloknya GOTO pun memliki pengaruh yang tidak kecil terhadap kinerja IHSG.

"Jika disimulasikan, per tanggal 28 November 2022, bobot GOTO pada IHSG adalah 4,89%. Apabila GOTO turun 7% dalam satu hari perdagangan, maka efek terhadap penurunan IHSG dalam satu hari perdagangan bursa sebesar 4,89% x -7% = -0,34%," ujar Nyoman kepada wartawan, Jumat, 2 Desember 2022.

Saat ditanyai apakah dengan adanya pengaruh ini saham GOTO akan diberi perhatian khusus oleh BEI, Nyoman menegaskan bahwa pada dasarnya pihak bursa selalu memperhatikan secara khusus semua perusahaan yang tercatat.

Untuk diketahui, saham GOTO mengalami anjlok ke ke titik terendah pada hari Kamis, 1 Desember 2022, setelah lock up seri A dibuka.

Menurut data TradingView, saham dengan kode GOTO terpantau anjlok 6,79% ke posisi Rp141 pada perdagangan Kamis, 1 Desember 2022 pukul 14.00 WIB.

Posisi ini pun menjadi titik terendah saham GOTO sejak melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pertengahan tahun.

Data teknikal TradingView pun mencatat terjadinya aksi jual besar-besaran untuk saham GOTO sehingga bisa diasumsikan bahwa tidak sedikit investor yang "tersangkut" dengan harga yang sudah menyentuh titik ARB.

Dalam satu minggu terakhir, saham GOTO sudah mengalami penurunan hingga 26,94%, -24,6% dalam satu bulan, -51,71% dalam tiga bulan, -61,26% dalam setengah tahun, dan -64,75% jika dihitung sejak perseroan melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO).

Sementara itu,  para pemegang saham pra-IPO GOTO memutuskan untuk tidak melanjutkan rencana penawaran sekunder terkoordinasi dari perseroan.

Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Perusahaan GoTo R.A. Koesoemohadiani melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Kamis, 1 Desember 2022.

Koesoemohadiani mengatakan, keputusan para pemegang saham tersebut berkaitan dengan rencana penjajakan penawaran sekunder terkoordinasi atas saham perseoan yang dimiliki oleh para investor pra-IPO.

"Bersama ini, perseroan menyampaikan pemegang saham pra-IPO yang mempertimbangkan rencana transaksi tersebut pada saat ini telah memutuskan untuk tidak melanjutkan rencana penawaran sekunder terkoordinasi," tulis Koesoemohadiani dikutip Jumat, 2 Desember 2022.

Berita Terkait