PTPP Laporkan Pembangunan Struktur Dermaga Terminal Berlian Capai 75 Persen

26 Oktober 2021 00:27 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Amirudin Zuhri

Sejumlah kapal muatan barang bersandar di dermaga Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Rabu, 19 Mei 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA - Perusahaan pelat merah PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) melaporkan progres pembangunan struktur dermaga Terminal Berlian di Surabaya mencapai 75,947% hingga pekan kedua Oktober 2021.

“Di masa Pandemi, progress proyek tersebut terealisasi sebesar 75%. Ini lebih cepat dari yang direncanakan,” ungkap Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen PTPP Andi Gani Nena Wea dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, 25 Oktober 2021.

Ia menjelaskan, lingkup pekerjaan yang digarap oleh PTPP meliputi pondasi dan substructure,  upperstructure (fender & bollard, capping beam), serta pekerjaan finishing dan arsitektur. 

Dalam pembangunannya, lanjut Andi, struktur dermaga Terminal Berlian ini menerapkan inovasi dan teknologi terkini, seperti implementasi BIM, penggunaan naviswork dan microsoft project.Ketiganya berfungsi untuk membuat acuan produksi pekerjaan lapangan. setiap hari sehingga diharapkan target dan realisasi bisa berjalan lancar.

Selain itu, pembangunan proyek ini juga menggunakan metode Lumion yang menjadikan gambar visualisasi terlihat lebih nyata. “Dalam pembangunan proyek ini, manajemen mengimplementasikan HSE dengan zero fatality,” tambahnya.

Perkuatan Struktur Dermaga Berlian pun berhasil menyabet dua penghargaan dalam ajang PP Awards 2021, yaitu Juara 1 untuk kategori Smart Infratech dan Juara 3 untuk kategori Best Quality & Health Safety Environment (HSE) Implementation.

Adaun selain Dermaga Berlian, PTPP juga memiliki pengalaman menggarap proyek dermaga dan pelabuhan lainnya Gilimas di Lombok, Pelabuhan Kalibaru di Tanjung Priok, Makassar New Port dan lain-lain.

Sebagai informasi, PTPP mencatat perolehan kontrak baru sebesar Rp13,48 triliun per akhir September 2021.

Kontrak baru tersebut meningkat 14,6% year on year (yoy) dibandingkan dengan September 2020 yang sebesar Rp11,76 triliun. 

Adapun porsi BUMN masih mendominasi perolehan kontrak baru dengan kontribusi sebesar 59%, disusul oleh pemerintah sebesar 32% dan lainnya sebesar 9%.

Sementara berdasarkan jenisnya, kontrak baru untuk jalan dan jembatan sebesar 47,99%, gedung 35,91%, irigasi 6,09%, posrt 5,20%, industri 2,01%, airport 1,48%, power plant 0,74%, dan oil & gas sebesar 0,58%.

Berita Terkait