PTPP Hingga Mei 2021 Raih Kontrak Baru Rp6,7 Triliun

19 Juni 2021 07:50 WIB

Penulis: Sukirno

BUMN konstruksi PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) / Facebook @ptpptbk

JAKARTA – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) sampai akhir Mei 2021 telah memperoleh kontrak baru sebesar Rp6,7 triliun.

Sekretaris Perusahaan PTPP Yuyus Juarsa mengatakan perolehan kontrak itu terdiri dari induk perusahaan sebesar 60,85% atau Rp4,08 triliun dan anak perusahaan sebesar 39,15% atau Rp2,62 triliun.

“Perseroan masih terus mengejar perolehan kontrak baru di tahun ini untuk mencapai target yang telah ditetapkan,” kata dia dalam siaran pers di Jakarta, Jumat, 18 Mei 2021.

Adapun perolehan kontrak baru yang berhasil diraih oleh perseroan sampai dengan akhir Mei antara lain pembangunan proyek Junction Dawuan Tol Cisumdawu sebesar Rp825 miliar, Pegadaian Tower Rp594 miliar, Jalan KIT Batang Paket 1.4 Rp350 miliar, serta Infrastruktur Kawasan Mandalika Rp342 miliar.

Kemudian, RSUD Banten Rp241 miliar, Taman Ismail Marzuki Rp190 miliar, Jembatan Bogeg & Fly Over KA Bogeg Banten Rp180 miliar, Rehab Jaringan Irigasi Rawa Kuala Kapuas Rp178 miliar, LIPI Bandung Rp172 miliar, RSIA Grha Waron Surabaya Rp164 miliar, dan VO SGAR Mempawah (Inner Route) Rp 164 miliar.

Perolehan kontrak baru hingga Mei 2021 Rp6,7 triliun berdasarkan kepemilikan (owner) adalah pemerintah (Government) sebesar Rp1,90 triliun atau setara 28,34%, BUMN (SOE) sebesar Rp1 triliun atau setara 15,32%, dan swasta (private) sebesar Rp3,78 triliun atau setara 56,34%.

Sedangkan perolehan kontrak baru berdasarkan jenis atau tipe pekerjaan adalah jalan dan jembatan sebesar 53,74%, gedung sebesar 32,78%, industri sebesar 5,26%, irigasi sebesar 4,99%, bandar udara sebesar 1,36%, minyak dan gas sebesar 1,17%, dan pembangkit listrik sebesar 0,70%.

Dikatakan Yuyus pula, di bulan Mei 2021, perseroan telah dipercaya untuk mengerjakan proyek pembangunan Junction Dawuan Tol Cisumdawu, Jalan KIT Batang Paket 1.4, Daerah Irigasi Wawotobi, RSUD Krian, dan RSUD Batang I.

“Perseroan juga mulai memasuki area pertambangan melalui anak usahanya, yaitu PT PP Presisi Tbk. Di mana hal tersebut merupakan salah satu bentuk pengembangan new market perusahaan,” katanya. (SKO)

Berita Terkait