PTPP Genjot Proyek Tol, Dana Belanja Modal Melambung Jadi Rp6,2 Triliun

January 18, 2021, 10:32 PM UTC

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Ruas Tol Cisumdawu adalah salah satu yang akan dijual oleh PTPP. / Facebook @Jokowi

JAKARTA – Emiten pelat merah PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp6,2 triliun pada 2021. Anggaran ini dua kali lipat lebih besar dibandingkan dengan realisasi capex perseroan pada 2020 sebesar Rp3,59 triliun.

Rencananya, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya ini bakal menggunakan 75% dari total capex untuk melanjutkan proyek yang sudah ada. Sisanya, sebesar 25% akan digunakan untuk investasi baru.

Presiden Komisaris PTPP, Andi Gani Nena Wea mengungkapkan, capex akan digunakan untuk membiayai berbagai proyek perseroan di tahun ini. Proyek pengembangan jalan tol mendapatkan porsi terbesar dengan alokasi mencapai 37% dari akumulasi anggaran belanja modal.

Sedangkan, sisa capex akan dialokasikan pada proyek pengembangan properti dan residensial sebesar 9%, disusul pengembangan kawasan dan bandar udara sekitar 12%. Sementara, untuk pengembangan investasi melalui anak usaha akan memakan jatah 33%.

“Anggaran capex tahun ini naik hampir dua kali lipat dan sebagian besar digunakan untuk membiayai proyek jalan tol. Terbesar kita anggarkan untuk proyek jalan tol,” ujarnya melalui keterangan pers, dikutip Senin 18 Januari 2021.

Andi mengaku optimistis pada tahun ini pihaknya dapat menambah proyek-proyek baru. Terlebih, program vaksinasi dipercaya mendorong pemulihan ekonomi nasional. Ia juga yakin dapat merealisasikan target kinerja keuangan dan target kontrak baru.

“Selain pengembangan jalan tol, proyek lainnya yang diharapkan mampu mendongkrak kinerja keuangan perseroan. Antara lain kawasan-kawasan industri, pengembangan kawasan pariwisata, termasuk akses jalan, sistem penyediaan air minum, dan masih banyak lainnya,” paparnya.

BUMN konstruksi PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) / Facebook @ptpptbk
Aksi Korporasi

Pada kesempatan lain, Sekretaris Perusahaan PTPP Yuyus Juarsa mengatakan, pendanaan capex berasal dari internal dan eksternal perusahaan. Adapun rencana aksi korporasi yang akan dilakukan adalah menerbitkan obligasi pada kuartal pertama tahun ini sebesar Rp2 triliun.

“[Penerbitan obligasi] direncanakan untuk digunakan sebagai working capital,” tuturnya, Senin 18 Januari 2021.

Yuyus menyebut rencana pembagian fokus kerja pada BUMN Karya saat ini masih dalam proses kajian. Namun, katanya PTPP rencananya akan fokus pada pembangunan bandara, pelabuhan, hingga power plant.

Dengan gambaran tersebut, ia memprediksi tahun ini nilai kontrak baru yang akan diraih perseroan melonjak sekitar 35% menjadi Rp30,1 triliun dibandingkan dengan tahun 2020 sebesar Rp22,3 triliun.

Sejalan dengan hal tersebut, perusahaan pelat merah ini memproyeksikan pendapatan naik 35%-40% dari tahun sebelumnya. Bahkan, laba diprediksi melonjak hingga tiga kali lipat dari tahun 2020. (SKO)