PTPP Bidik Kontrak Baru Rp31 Triliun di 2022

17 Januari 2022 22:30 WIB

Penulis: Merina

Editor: Rizky C. Septania

Gedung BUMN Karya, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) / Dok. PTPP

JAKARTA - PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) membidik perolehan kontrak baru sebesar Rp31 triliun pada tahun 2022, yang mana perolehan kontrak tersebut ditargetkan berasal dari berbagai sektor.

Yuyus Juarsa, Sekretaris Perseroan mengungkapkan dengan adanya kontrak baru, maka perseroan optimistis dapat mencapai laba sesuai dengan yang ditagetkan.

"Target perolehan kontrak baru PTPP di tahun 2022 sebesar Rp31 Triliun tumbuh sekitar 45% dari pencapaian di tahun sebelumnya," ujarnya dikutip dari keterangan pers Senin, 17 Januari 2022.

Adapun perolehan kontrak ini diperkirakan akan berasal dari  infrastuktur gedung senilai 34,56%, jalan & jembatan sebesar 30,95%, industri sebesar 11,29%, minyak & gas sebesar 7,90%, bendungan sebesar 5,48%, irigasi 3,87%, pelabuhan sebesar 2,10%, power plant sebesar 2,07%, dan Airport sebesar 1,77%. 

Di samping itu, perseroan akan berfokus menggarap proyek pareto milik Pemerintah dan BUMN dengan nilai total segmentasi mencapai 92%.

Yuyus menambahkan perseroan memiliki peluang kontrak baru melalui investasi di KIT Batang pada tahun 2021 lalu, dan memperoleh beberapa kontrak baru.

“Kontrak yang telah diperoleh yakni proyek pematangan lahan Rp300 miliar, proyek pembangunan jalan kawasan senilai Rp350 miliar,  pembangunan IPAL sebesar Rp250 miliar, pembangunan rumah susun pekerja senilai Rp150 miliar, dan pembangunan pabrik milik KCC Glass sebesar Rp900 miliar," imbuhnya

Tak hanya itu, perseroan juga menargetkan penggarapan sejumlah proyek konstruksi lainnya di KIT Batang yakni,  proyek lahan seluas 2.650 hektare, untuk pembangunan berbagai infrastukur dan utilitas.

PTPP juga memanfaatkan momen kegiatan Presidensi G20 serta wacana pembangunan Ibu Kota Negara (IKN)  sebagai target proyek yang akan digarap perseroan. 

Di sisi lain, PTPP berharap dengan masifnya vaksinasi COVID-19 di masyarakat dapat menjadi awal yang baik bagi perkembangan dan pembangunan di Indonesia.

Berita Terkait