PTDU Berbalik Rugi Rp4,92 Miliar di Semester I-2021, Ini Penyebabnya

02 September 2021 03:30 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Rizky C. Septania

Emiten properti PT Djasa Ubersakti Tbk (PTDU) menandatangani perjanjian kerja sama Pendahuluan Pengembangan Perumahan Villa Delima Residence yang berlokasi di Kelurahan Kuripan, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dengan PT Eka Nusa Kreasindo pada 17 Desember 2020 / Dok. Perseroan

JAKARTA – PT Djasa Ubersakti Tbk (PTDU) mencatatkan kinerja keuangan negatif selama semester I-2021. Pendapatan yang menipis, membuat perseroan berbalik rugi pada enam bulan pertama tahun ini.

Berdasarkan laporan keuangan interimnya, perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp17,25 miliar pada paruh pertama 2021. Angka tersebut turun sekitar 32,40% year-on-year (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, sejumlah Rp25,52 miliar.

Anjloknya pendapatan berdampak signifikan terhadap perseroan. Hasilnya, PTDU harus menelan rugi bersih tahun berjalan sebesar Rp4,92 miliar pada semester I-2021 atau berbanding terbalik dari realisasi semester pertama tahun lalu, di mana perseroan mencetak laba bersih Rp5,05 miliar.

Direktur Keuangan Djasa Ubersakti, Toto Yulianto mengatakan bahwa kontraksi pada pendapatan perseroan disebabkan adanya dua proyek melaui skema KSO yang dibukukan sebagai pendapatan (beban) lainya, bukan sebagai pendapatan usaha.

Kedua proyek tersebut adalah Reconstruction of Islamic University of Palu dan peningkatan atau revitalisasi Terminal Tipe A Banjar. Sementara itu, kata dia, proyek-proyek lainnya masih dalam tahap pekerjaan awal.

Jumlah liabilitas perseroan naik sekitar 67% dari Rp141,42 miliar pada akhir Desember tahun 2020 menjadi Rp212,66 miliar di akhir Juni 2021. Kenaikan tersebut disebabkan oleh meningkatnya utang bank yang digunakan sebagai dana untuk membiayai proyek-proyek baru yang sudah mulai.

Selain itu, lanjut Toto, terdapat peningkatan utang leasing untuk pembelian aktiva tetap untuk mobilisasi proyek-proyek baru milik perseroan serta bertambahnya uang muka dari konsumen untuk proyek baru PTDU.

“Perseroan berkeyakinan akan membukukan kinerja yang optimal untuk tahun 2021, dengan cara menyelesaikan progress proyek dengan waktu yang telah direncanakan,” ujarnya di Jakarta, Rabu, 1 September 2021.

Di sisi lain, nilai kontrak baru yang diperoleh PTDU hingga semester I-2021 sebesar Rp126,69 miliar atau mewakili 38,39% dari target 2021. Saat ini perseroan juga tengah mengerjakan proyek dengan total nilai Rp 340,86 miliar, di mana sebesar Rp 49,17 miliar dikerjakan dengan skema KSO. 

“Bahkan, perseroan saat ini sedang mengikuti paket tender lebih Rp2,5 triliun. Kinerja perseroan juga akan ditopang dari kinerja entitas anak, di mana pada awal semester kedua mulai menunjukan peningkatan penjualan unit rumah yang dipasarkan,” tambah Toto.

Berita Terkait