PSBB Jakarta Bikin IHSG Ambruk 5,01% dan Kurs Rupiah Jeblok Sentuh Rp14.855 Per Dolar AS

JAKARTA – Keputusan rem darurat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait pembatasan sosial berskala besar (PSBB) lebih ketat, direspons negatif pelaku pasar modal dan keuangan.

Pada perdagangan Kamis, 10 September 2020, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah kompak anjlok. Bahkan, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat membekukan perdagangan saham selama 30 menit alias trading halt lantaran IHSG terjungkal lebih dari 5%.

IHSG akhirnya berakhir di zona merah. Indeks anjlok 5,01% sebesar 257,92 poin ke level 4.891,46. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 jatuh lebih dalam 48,24% sebesar 6% ke level 756,12.

“Sentimen domestik yang berkembang pasti berkaitan dengan kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang akan menerapkan PSBB total akibat meningkatnya COVID-19 cases menyebabkan aktivitas perekonomian di DKI berpotensi menjadi lesu. Sehingga, bisa mengganggu stabilitas pada kinerja perekonomian nasional,” kata analis PT Bina Artha Sekuritas M. Nafan Aji Gusta Utama di Jakarta, Kamis, 10 September 2020.

Di sisi lain, sambungnya, pergerakan IHSG juga dipengaruhi minimnya data makroekonomi domestik yang memberikan dampak positif besar ke pasar.

“Untuk global market, akan menanti penentuan suku bunga ECB yang diprediksikan tetap di level nol persen. Sementara itu, data US unemployment claims juga akan dinantikan pasar,” kata dia.

Seluruh Sektor Anjlok

Dibuka melemah, IHSG terus anjlok dan bahkan sempat menyentuh level 5% pada sesi pertama perdagangan hingga diberlakukan trading halt. Pada sesi kedua, IHSG masih tak mampu beranjak dari teritori negatif hingga penutupan perdagangan.

Secara sektoral, seluruh sektor merosot. Sektor keuangan anjlok paling parah yakni negatif 5,94%. Diikuti sektor aneka industri dan industri kimia dasar masing-masing negatif 5,9% dan 5,62%.

Tekanan IHSG diiringi aksi jual oleh investor asing (net sell) sebesar Rp663 miliar.

Sepanjang hari ini, perdagangan saham tercatat sebanyak 723.174 kali transaksi. Jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 9,94 miliar lembar senilai Rp10,3 triliun. Sebanyak 50 saham naik, 444 saham turun, dan 97 saham stagnan.

Dari bursa regional Asia pada hari yang sama, Indeks Nikkei Jepang ditutup menguat 202,93 poin atau 0,88% ke level 23.235,47. Kemudian indeks Hang Seng Hong Kong turun 155,39 poin atau 0,64% ke 24.313,54. Sedangkan, indeks Straits Times Singapura melemah 16,91 poin atau 0,68% ke 2.482,42.

Uang kertas rupiah baru edisi HUT ke-75 RI. / Bi.go.id

Rupiah Terkulai

Pada hari yang sama, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup melemah sebagai respons negatif PSBB DKI Jakarta. Rupiah melemah 56 poin atau 0,38% menjadi Rp14.855 per dolar Amerika Serikat dari sebelumnya Rp14.799 per dolar AS.

“Pasar lebih mengkhawatirkan PSBB Jakarta yang berpotensi akan mendorong perlambatan pemulihan Indonesia. Karena, Jakarta memegang 70 persen perputaran uang di Indonesia,” kata Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra kepada TrenAsia.com, Kamis, 10 September 2020.

Sementara itu dari pasar global, lanjutnya, konflik AS dan China yang memanas masih mendorong kekhawatiran pelaku pasar.

“Selain itu, nanti malam ada keputusan ECB. Kemungkinan lebih optimistis nandanya dibandingkan dengan sebelumnya yang bisa membantu penguatan aset berisiko,” ujarnya.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat di posisi Rp14.768 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak pada kisaran Rp14.765-Rp14.860 per dolar AS.

Sementara kurs tengah Bank Indonesia pada hari yang sama menunjukkan pelemahan rupiah menjadi Rp14.871 per dolar AS. Posisi itu terdepresiasi dari hari sebelumnya Rp14.853 per dolar AS. (SKO)

Tags:
Anies BaswedanAnies Tarik Rem DaruratBursa Efek Indonesiadki jakartadolar ASHeadlineihsgJakarta PSBB lagiNilai Tukar RupiahPasar modalpemprov DKI JakartaPSBBRupiahSahamTrading halt
Aprilia Ciptaning

Aprilia Ciptaning

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: