Masa Pemulihan Ekonomi, Menaker Sebut Proyek Strategis Nasional Jadi Katalisator Penciptaan Tenaga Kerja Baru

22 Juli 2021 18:30 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Editor: Rizky C. Septania

Presiden Jokowi saat meninjau proyek Tol Pekanbaru-Dumai / Pu.go.id

JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengungkap kehadiran Proyek Strategis Nasional (PSN) menjadi katalisator utama dalam mendorong lapangan kerja baru. Menurutnya, proyek yang dananya dijamin negara itu bisa memunculkan lapangan kerja baru bagi pekerja terdampak pandemi COVID-19.

“Pemerintah juga menjalankan kolaborasi lintas sektoral dalam pengembangan investasi di PSN. Harapannya dengan kolaborasi bisa menguntungkan semua pihak, investasi bisa berjalan, perekonomian akan maju dengan didukung oleh adanya tenaga kerja yang berkualitas,” kata Ida dalam sebuah forum, Kamis, 22 Juli 2021.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan jumlah pengangguran 8,75 juta orang per Februari 2021. Angka pengangguran itu menyusut 1,02 juta orang dibandingkan Agustus 2020.

BPS juga melaporkan adanya penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dari 7,07% pada Agustus 2020 menjadi 6,26% pada Februari 2021. Sementara itu, jumlah penduduk yang bekerja pada Februari 2021 mencapai 131,06 juta orang atau bertambah 2,61 juta orang sejak Agustus 2020.

Ida mengungkapkan PSN yang melibatkan berbagai sektor membuat potensi sebaran pasar tenaga kerja bisa merata. Dirinya pun optimistis pengangguran di Indonesia semakin menyusut seiring proyek pembangunan PSN yang mulai gencar dilakukan sejak paruh kedua tahun lalu.

“Kolaborasi juga kami lakukan bersama Pemerintah Daerah (Pemda) pemda dalam perizinan investasi, sehingga investasi yang akan kita lakukan sesuai kebutuhan dan keunggulan karakteristik masing-masing daerah. Sehingga bisa kontribusi maksimal bagi pembangunan termasuk dalam penyerapan tenaga kerja,” jelas Ida.

Meski begitu, Ida tidak menyebutkan secara rinci jumlah potensi serapan kerja dari seluruh PSN. Untuk diketahui, terdapat Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memasukkan 201 proyek pembangunan masuk dalam kategori PSN sejak tahun lalu.

Hal itu termaktub dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2020 terkait Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. Dalam aturan terbaru ini ditetapkan total proyek PSN hanya 201 proyek, mencakup 10 program dan 23 sektor.

Diktum tersebut sekaligus menjadi revisi atas Perpres Nomor 56 Tahun 2018 yang menetapkan PSN meliputi 223 proyek dan 3 program. Revisi ini menjadi yang ketiga kalinya, setelah sebelumnya Jokowi juga meneken Perpres Nomor 3 Tahun 2016 dan Perpres Nomor 58 Tahun 2017.

Pemerintah bakal melanjutkan percepatan PSN dengan target penyelesaian 38 proyek pada 2021. Nilai investasinya diperkirakan mencapai Rp464,6 triliun. Sementara total 201 proyek PSN akan menghabiskan dana hingga Rp4.809,7 triliun.

Berita Terkait