Proyek Strategis Nasional 4 Bendungan Diresmikan Sekaligus Bulan Ini

15 Agustus 2021 20:05 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Editor: Laila Ramdhini

Bendungan Kuningan akan menyuplai air bagi DI seluas 3.000 ha di beberapa daerah Jawa Barat bagian Timur dan sebagian Jawa Tengah. (Foto: Kementerian PUPR)

JAKARTA – Pemerintah telah merampungkan pembangunan 4 bendungan dan 1 bendung baru di sejumlah provinsi untuk memperkuat ketahanan air dan pangan nasional.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan empat  bendungan tersebut merupakan bagian dari proyek strategis nasional (PSN) yang bertujuan untuk peningkatan volume tampungan air.

“Pembangunan bendungan akan diikuti dengan pembangunan jaringan irigasinya. Sehingga dengan adanya suplai air yang kontinu dari bendungan, petani yang sebelumnya hanya satu kali tanam setahun, bisa bertambah menjadi 2-3 kali tanam,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu, 15 Agustus 2021.

Keempat bendungan tersebut adalah Bendungan Way Sekampung, Bendungan Bendo, Bendungan Paselloreng, dan Bendungan Kuningan. Sementara itu, bendung yang baru diselesaikan adalah Bendung Gilireng sebagai sistem irigasi yang airnya bersumber dari Bendungan Paselloreng.

Mengenai waktu peresmian, Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S. Atmawidjaja menegaskan pihaknya sudah siap melakukan peresmian bulan ini dan tinggal menunggu petunjuk dari Istana.

Endra juga mengatakan Balai-Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) di lingkungan Ditjen Sumber Daya Air sedang melakukan perapihan-perapihan saja saat ini.

“Semoga 4 bendungan dan 1 bendung bisa menjadi Kado Kemerdekaan untuk HUT RI ke-76 ini,” ujarnya.

Profil 4 Bendungan dan 1 Bendung

Adapun keempat bendungan tersebut yakni pertama, Bendungan Way Sekampung memiliki kapasitas tampung 68 juta m3 yang akan dimanfaatkan untuk penyediaan air irigasi seluas 72.707 hektare (ha) di Daerah Irigasi (DI) Sekampung seluas 55.373 ha dan menambah area irigasi DI Rumbia Extension seluas 17.334 ha.

Kedua, Bendungan Bendo yang berada di Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo dapat dimanfaatkan untuk peningkatan layanan irigasi seluas 7.800 hektar di Kabupaten Ponorogo dan Madiun sebagai sentra pertanian Jawa Timur.

Ketiga, Bendungan Kuningan yang dirancang memiliki kapasitas tampung sebesar 25,9 juta m3 dan luas genangan 221,59 hektar untuk menyuplai air bagi daerah irigasi seluas 3.000 hektare di beberapa daerah Jawa Barat bagian utara.

Keempat, Bendungan Paselloreng  memiliki kapasitas tampung 138 juta m3 dan luas genangan 169 ha. Salah satu bendungan besar di Provinsi Sulawesi Selatan ini mampu mengairi areal persawahan seluas 8.510 ha.

Sementara itu, bendung yang selesai dibangun adalah Bendung Gilireng yang dimanfaatkan untuk mengairi daerah irigasi Gilireng seluas 8.510 ha sehingga membantu petani meningkatkan intensitas tanamnya dari 112 % menjadi 300 % dengan pola tanam padi-padi-palawija.

Berita Terkait