Proyek Blok Masela Terhambat COVID-19

April 29, 2020, 03:32 PM UTC

Penulis: Aprilia Ciptaning

Ilustrasi. Sumber: duniaenergi.com

JAKARTA – Pengembangan lapangan gas abadi Blok Masela mengalami hambatan akibat pandemi virus corona (COVID-19).

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengungkapkan, kendala tersebut berkaitan dengan survei lapangan.

“Abadi Masela yang diharapkan on stream pada tahun 2027 saat ini mengalami kendala karena survei lapangan tidak bisa dilakukan berkaitan dengan upaya menangkal COVID-19,” ujarnya di Jakarta, Selasa, 28 April 2020.

Di samping itu, kendala yang dihadapi adalah pemasaran dan penjualan gas. Dwi mengungkapkan, pemasaran gas terkendala karena saat ini para calon pembeli masih menunggu seiring situasi saat ini.

Blok Masela yang dikelola perusahaan Inpex, lanjutnya, ditargetkan on stream pada triwulan kedua tahun 2027 dengan investasi kurang lebih US$19,8 miliar.

Hingga Maret 2020, perkembangan realisasi proyek telah sampai pada revisi POD-I yang sudah mendapat persetujuan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif.

Dwi mengakui proses aktivitas persetujuan analisis dampak lingkungan alias AMDAL, hingga baru 43,41 persen dari target 47,22 persen. Saat ini, proyek tersebut tengah masuk ke dalam proses tender FEED untuk onshore LNG, FPSO, Gas Export Pipeline, Subsea Umbilical, River, dan Flowliner atau Surf.

Namun, ia tetap berkomitmen untuk mengawal proyek agar dapat selesai sesuai rencana. Dwi mengungkapkan, targetnya bisa rampung pada kuartal keempat tahun 2022.