Provident Agro (PALM) Buyback 110 Juta Saham, Rogoh Kocek Rp54,28 Miliar

19 Juli 2021 22:34 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Laila Ramdhini

Presiden Direktur PT Provident Agro Tbk (PALM) Tri Boewono (ketiga kiri) bersama Presiden Komisaris Maruli Gultom (ketiga kanan), Komisaris Independen Teuku Djohan Basyar, (kiri) Komisaris Independen Johnson Chan (kedua kiri), Direktur Budianto Purwahjo (kedua kanan), dan Direktur Devin Antonio Ridwan (kanan) berbincang di sela Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa (RUPST dan RUPSLB) di Jakarta, Kamis, 30 Juk8 2020. Sepanjang 2019 lalu, Provident fokus menerapkan kebijakan efisiensi biaya operasional serta mengoptimalkan produksi perkebunan. Berkat penerapan kebijakan tersebut, PALM berhasil mencatatkan kenaikan pendapatan 25% pada Semester I-2020 menjadi Rp 121,28 miliar dibandingkan periode yang sama sebelumnya sebesar Rp 97,12 miliar. Laba bersih PALM juga melonjak 142% menjadi Rp 17,05 miliar. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – PT Provident Agro Tbk (PALM) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) sebanyak-banyaknya 110 juta saham perseroan. Jumlah tersebut setara dengan 1,55% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan.

Sekretaris Perusahaan Provident Agro Lim Na Lie mengungkapkan perseroan telah mengalokasikan dana maksimal Rp54,28 miliar untuk melakukan aksi korporasi itu. Dana tersebut sudah termasuk biaya transaksi, biaya pedagang perantara, dan biaya lainnya.

Menurutnya, pelaksanaan buyback saham merupakan salah satu bentuk usaha untuk meningkatkan nilai pemegang saham dan kinerja saham perseroan. Sehingga, akan memberikan fleksibilitas yang besar kepada perseroan dalam mengelola modal untuk mencapai struktur permodalan yang efisien.

Untuk memuluskan rencana tersebut, perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 25 Agustus 2021. Sedangkan, periode pembelian kembali saham akan dilakukan secara bertahap dalam waktu paling lama 12 bulan sejak RUPSLB.

“Pembelian kembali saham direncanakan akan dilaksanakan terhitung sejak tanggal perseroan memperoleh persetujuan dari RUPSLB, yaitu mulai pada tanggal 27 Agustus 2021 sampai dengan tanggal 26 Agustus 2022,” ujar Lim melalui keterbukaan informasi, Senin, 19 Juli 2021.

Dana pembelian kembali saham ini berasal dari seluruh dana yang dicadangkan. Dengan begitu, aset dan ekuitas diperkirakan akan menurun. Namun, Lim meyakini buyback saham yang dilakukan perseroan tidak akan mengakibatkan menurunnya pendapatan atau dampak negatif lainnya yang bersifat material.

Ia juga menegaskan bahwa perseroan memiliki modal kerja dan arus kas yang memadai untuk melaksanakan pembiayaan transaksi tersebut bersamaan dengan kegiatan usaha. Sementara, PT Indo Premier Sekuritas ditunjuk sebagai pihak yang melakukan buyback saham.

Berita Terkait