Prospektif, OJK Terus Dorong Kredit Ke Sektor Sawit

17 Maret 2023 21:30 WIB

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Yosi Winosa

OJK (https://ik.imagekit.io/tk6ir0e7mng/uploads/2020/11/Ilustrasi-OJK.jpg)

JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar mengatakan pendanaan oleh Industri Jasa Keuangan (IJK) ke kelompok petani khususnya perkebunan kelapa sawit dengan skema yang inovatif dan mudah terus digalakkan.

Di sela kunjungan kepada para petani perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Kampar, Riau, Mahendra turut menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Bank Riau Kepri (BRK) Syariah dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan kelompok petani kelapa sawit dan perusahaan kelapa sawit sebagai kelanjutan komitmen mendukung pengembangan perkebunan kelapa sawit rakyat.

“Kami tentu akan terus mendukung dan memfasilitasi pendanaan seperti ini. Kami harapkan juga dari anggota perbankan lainnya mengambil peran serupa melalui penyaluran dan dukungan pembiayaan bagi kredit pertanian dan perkebunan lainnya,” kata Mahendra, Jumat, 17 Maret 2023.

Ditambahkan, peran industri kelapa sawit sebagai salah satu komoditas strategis yang turut menopang perekonomian Indonesia khususnya pada saat krisis sebagai dampak pandemi yang lalu.

“Nilai strategis dan kontribusi besar dari sawit itu adalah untuk menopang daya tahan kemajuan Republik Indonesia,” tambah Mahendra.

Dalam kesempatan itu, penyaluran kredit/pembiayaan oleh BRK Syariah dan BRI  diberikan kepada PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V dan Koperasi Pemasaran Karya Sawit Padjajaran, PTPN V dan Koperasi Produsen Subur Makmur Lestari, serta PT Ujung Tanjung Sejahtera dan Kelompok Tani Bangkit Bersama. 

Indonesia merupakan salah satu negara produsen minyak sawit besar di dunia dan minyak kelapa sawit Indonesia mendominasi kebutuhan minyak nabati global. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, produksi kelapa sawit di Indonesia sebesar 46,22 juta ton pada 2021, dan Riau menjadi provinsi yang menyumbang produksi kelapa sawit paling besar yakni 8,63 juta ton atau 18,67%.  

Sementara itu, berdasarkan data Dinas Perkebunan Provinsi Riau, perkebunan didominasi oleh kelapa sawit sebesar 77% (dengan luas lahan mencapai 3,39 juta hektar) dan diikuti oleh karet 10,8%, kelapa 9,6% dan komoditi lainnya 2,6%.

Besarnya produksi kelapa sawit merupakan andil pelaku usaha sawit yang tersebar tidak hanya perusahaan/perkebunan besar namun juga petani swadaya/petani kecil. Perkebunan kelapa sawit yang dikelola oleh petani swadaya/petani kecil memiliki kontribusi yang relatif besar, yakni 41% luas area perkebunan kelapa sawit dan menyumbang 34% dari total produksi kelapa sawit di Indonesia

Berita Terkait