Program Kartu Pra Kerja Gotong Lima Misi

JAKARTA—Kartu Pra Kerja disebut memuat lima misi untuk kepentingan bersama. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Staf  Kepresidenan Jend. (Purn.) Moeldoko selaku Wakil Ketua Komite Cipta Kerja dalam jumpa pers setelah peluncuran resmi kartu Pra Kerja di Jakarta, Jumat, 20 Maret 2020.

Misi pertama adalah pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan menggali potensi bonus demografi. Bonus demografi itu berasal dari generasi milenial dan generasi Z, yakni jumlah penduduk usia produktif (usia 15-64 tahun).

Misi kedua yaitu adanya reformasi birokrasi. Dalam jajaran Project Management Office (PMO) program kartu Pra Kerja, Moeldoko menyebut, adanya kolaborasi antara Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan non-PNS.

“PMO [program kartu Pra Kerja] adalah sebuah tempat blending yang sangat baik.” terangnya.

Sementara itu, dalam program ini juga menawarkan penyederhanaan regulasi. Penyederhanaan tersebut berlaku bagi perizinan lembaga pelatihan. Moeldoko mengatakan, perizinan bagi lembaga pelatihan dapat melalui Online Single Submission (OSS).

Misi keempat adalah berkaitan dengan transformasi ekonomi. PMO melibatkan perusahaan teknologi atau stratup untuk mendukung program Pra Kerja. Adapun dukungan semacam itu diberikan menyediakan pembayaran melalui dompet digital serta menyediakan pelatihan online.

Misi terakhir merupakan slogan yang pernah digaungkan Joko Widodo pada masa kampanye yakni, pemerintah yang digital dan melayani alias dilan.

“Melalui kartu pra kerja kita berharap budaya belajar harus selalu digaungkan dari waktu ke waktu.” tutup Moeldoko.

Tags:
kartu Pra KerjamoeldokoPra Kerja
%d blogger menyukai ini: