Profil Widodo Makmur Unggas, Saham WMUU Dijual Hari Ini Rp180

February 02, 2021, 08:01 AM UTC

Penulis: Sukirno

Peternakan ayam PT Widodo Makmur Unggas Tbk / Dok. Perseroan

JAKARTA – PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) menjadi emiten keenam yang terdaftar di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2021. Saham WMUU mulai dijual di lantai bursa pada Selasa, 2 Februari 2021.

Saham WMUU ditransaksikan di papan utama dan tergolong efek syariah. Widodo Makmur Unggas dicatatkan pada sektor Consumer Non-Cyclicals dengan sub sektor Food & Beverage.

Harga penawaran WMUU adalah senilai Rp180 per lembar saham dengan jumlah saham yang dicatatkan sebanyak 12.941.176.500 lembar saham, sehingga kapitalisasi pasarnya senilai Rp2,32 triliun.

Widodo Makmur menerbitkan 1,94 miliar lembar saham baru dengan 11 miliar lembar saham pemilik. Harga initial public offering (IPO) dipatok Rp180 per lembar dengan nominal Rp50 sehingga total dana yang dikantongi Rp349,4 miliar.

Dana IPO akan digunakan untuk ekspansi sebesar 74,3% dan sisanya 25,7% untuk modal kerja. Saham WWMU terjadi oversubscribed hingga 57,3 juta lembar.

Dalam IPO, perseroan menunjuk penjamin pelaksana emisi PT CIMB Niaga Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Samuel Sekuritas Indonesia, PT Danasakti Sekuritas Indonesia, PT Panca Global Sekuritas, PT Panin Sekuritas Tbk, PT Valbury Sekuritas Indonesia, PT Waterfront Sekuritas, dan PT Yulie Sekuritas Tbk.

Setelah IPO, pemegang saham WMUU adalah PT Widodo Makmur Perkasa (76,5%), Warsini (4,25%), Wahyu Andi Susilo (4,25%), dan publik (15%).

Peternakan ayam PT Widodo Makmur Unggas Tbk / Dok. Perseroan
Profil Widodo Makmur Unggas

Perusahaan peternakan ini berdiri sejak 4 Maret 2015. Kantor Widodo Makmur Unggas di Gedung Graha Widodo Makmur, Cilangkap, Jakarta Timur. Peternakan ada di Sukabumi Jawa Barat, Gunung Kidul Yogyakarta, dan Wonogiri Jawa Tengah.

Komisaris perseroan diisi oleh Tumiyana, Teddy Mulyawan Subekti, dan Mohamad Aprindy. Sedangkan, direksi perseroan diisi oleh Ali Mas’adi, Wahyu Andi Susilo, Harsono Eddy, dan Tri Mahawijaya Herlambang.

Dalam laporan keuangan perseroan, per 30 Juni 2020, laba bersih Widodo Makmur Unggas mencapai Rp31,71 miliar. Pendapatan senilai Rp508,3 miliar dengan beban Rp437,8 miliar sehingga laba kotor Rp70,5 miliar.

Pendapatan perseroan berasal dari segmen pakan unggas Rp25,19 miliar (4,95%), ayam pedaging Rp11,1 miliar (2,19%), anak ayam alias day old chicken Rp4,5 miliar (0,89%), carcass Rp21,8 miliar (4,3%), dan telur Rp446,09 miliar (87,67%).

Total aset Widodo Makmur mencapai Rp1,16 triliun. Total liabilitas Rp539,1 miliar dengan ekuitas Rp628,9 miliar. Sedangkan, total kas dan setara kas Rp14,24 miliar.

Manajemen Widodo Makmur Unggas memasang target cukup tinggi terhadap kinerja bisnis perseroan pada 2021. Meski pandemi, manajemen WMU menargetkan penjualan naik hingga 436% dan laba bersih melonjak 259%.

Direktur Utama Widodo Makmur Unggas, Ali Mas’adi mengatakan, fokus perseroan masih pada produksi karkas. Mengingat, sepanjang semester I-2020, produksi karkas tumbuh 22% menjadi 16.000 ton.

Keyakinan target dapat dicapai lantaran konsumen di Indonesia dinilai besar dan kebutuhan protein daging ayam nasional yang terus meningkat.

“Konsumen kita tersebar di seluruh Indonesia dan kebutuhan protein daging ayam nasional terus meningkat. Jadi kita yakin penjualan tahun ini tumbuh tajam,” ujarnya belum lama ini. (SKO)