Profil Venteny, Start Up Asal Filipina yang Akan Segera Melantai di BEI

25 November 2022 17:01 WIB

Penulis: Idham Nur Indrajaya

Editor: Laila Ramdhini

Pendiri dan CEO Grup Venteny Jun Waide (dok. Venteny)

JAKARTA - Perusahaan rintisan (start up) asal Filipina, Venteny Inc, akan segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kini Venteny tengah melaksanakan rangkaian proses Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO).

Sebagai informasi, Venteny didirikan oleh seorang pengusaha asal Jepang bernama Jun Waide. Venteny Inc didirikan olehnya di Filipina pada 2015.

Venteny Inc pun berekspansi ke Singapura pada tahun 2016 dengan mengusung nama Venteny Pte Ltd sebelum akhirnya melebarkan sayap di Indonesia dengan nama PT Venteny Matahari Indonesia pada tahun 2019.

Melihat potensi bisnis yang terus berkembang, pihak manajemen pun memutuskan untuk mendirikan PT Venteny Fortuna International sebagai perusahaan induk pada tahun 2021.

Venteny sendiri bergerak di bidang pelayanan pendanaan produktif (growth funding) untuk segmen business-to-business (B2B), dan pemberdayaan sumber daya manusia melalui platform employee super app untuk segmen yang sama.

Dengan mengoptimalkan jaringan yang dimiliki oleh founder, Venteny menjalin kemitraan dengan berbagai institusi keuangan asal Jepang.

Kemudian, dengan biaya dana pembiayaan (cost of fund) yang relatif lebih rendah, Venteny menjanjikan bahwa pihaknya dapat menyalurkan pendanaan untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan bunga yang kompetitif, didukung oleh proses penilaian kredit terintegrasi untuk meminimalisasi kemacetan pemabayaran, serta proses pengajuan pinjaman yang cepat.

Sementara itu, di platform employee super app, Venteny menyajikan empat jenis layanan dalam satu aplikasi, yaitu layanan fintech (V-Financial), asuransi (V-Insurance), edukasi (V-Academy), dan gaya hidup (V-Merchant).

Dengan layanan-layanan yang disediakan Venteny, para mitra perusahaan dapat menerapkan efisiensi biaya untuk meningkatkan kesejahteraan, proteksi, pengembangan sumber daya manusia (SDM), dan hiburan untuk karyawan.

Venteny melirik Indonesia karena potensi pasarnya yang cukup besar. Dengan adanya lebih dari 66 juta UMKM yang tercatat pada tahun 2019 dengan penyerapan tenaga kerja hingga 120 juta karyawan.

Namun, Venteny pun melacak bahwa masih cukup banyak UMKM yang mengalami keterbatasan akses permodalan dan kemampuan untuk memenuhi kesejahteraan tenaga kerja.

Sejak berekspansi di Indonesia hingga periode kuartal III-2022, Venteny telah menyalurkan dana lebih dari Rp2 triliun kepada para pemilik usaha.

Founder dan Group Chief Executive Officer (CEO) Jun Waide mengatakan bahwa pihaknya melihat potensi pasar yang masih luas untuk dieksplorasi sehingga perseroan pun menyadari kebutuhan peningkatan dari segi permodalan, SDM, dan teknologi sehingga semakin mantaplah keputusan untuk melantai di BEI.

Ia pun mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat kepada Venteny selama ini sehingga pihaknya mampu menjadi perusahaan yang mendulang laba dalam dua tahun beroperasi di Indonesia.

"Hal ini merupakan bukti bahwa Venteny berhasil menggarap potensi dan permintaan pasar dengan baik. Lewat IPO ini, kami mengajak masyarakat untuk turut mengambil bagian dalam menciptakan ekosistem industri masa depan," ujar Waide melalui keterangan yang diterima TrenAsia, Jumat, 25 November 2022.

Mengutip prospektus perseroan,  harga saham yang ditawarkan pada IPO di kisaran Rp350-Rp450 per lembar. Maka, jumlah seluruh nilai IPO adalah sebanyak Rp422,9 miliar. Nilai itu setara dengan maksimal 15% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO.

Adapun dana segar tersebut digunakan untuk fasilitas pinjaman kepada entitas anak Perseroan yaitu PT VMI sebagai modal kerja bisnis sekira 42% dari nilai perolehan dana hasil IPO atau maksimal Rp177,62 miliar. Di mana jangka waktu pinjaman 1 tahun dengan bunga 10-18% per tahun.

Selain itu, perseroan akan menggunakan 30% untuk pengembangan bisnis yang terdiri dari pengembangan super-app Venteny, riset dan pengembangan hingga ekspansi ke luar pulau Jawa. Sisanya atau 28% digunakan untuk pengembangan perusahaan dalam bentuk penguatan SDM.

Bila melihat prospek kinerja kuangan Venteny di Semester I-2022, laba tahun berjalan sebesar Rp3,78 miliar. Capaian ini melesat 854% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya di Rp396,16 juta.

Begitu pula pendapatan Venteny mengalami kenaikan 71% menjadi Rp29,21 miliar di kuartal III-2022.

Berita Terkait