Produsen Semen Merah Putih Resmi Tercatat di BEI, Saham CMNT Melambung 25 Persen

08 September 2021 10:40 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Amirudin Zuhri

Produsen Semen Merah Putih PT Cemindo Gemilang Tbk milik konglomerat Martua Sitorus / Dok. Semen Merah Putih (Semenmerahputih.com)

JAKARTA – Produsen Semen Merah Putih, PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT) resmi tercatat di Papan Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, 8 September 2021. CMNT merupakan perusahaan tercatat ke-34 yang tercatat di BEI pada tahun 2021. 

Perseroan merupakan perusahaan semen terintegrasi di Indonesia dan Vietnam. CMNT berhasil mengembangkan bisnis baik di pasar domestik dan pusat-pusat permintaan utama Asia, termasuk Tiongkok, Bangladesh dan Filipina. 

Selama sembilan tahun terakhir, merek Semen Merah Putih telah menjadi merek semen kualitas premium yang diakui di Indonesia. Merek ini juga dianugerahi "Home Preferred Brand Award" selama dua tahun berturut-turut, pada tahun 2015 dan 2016, dalam kategori "Semen Portland Terbaik". 

Di Vietnam, melalui anak perusahaannya, semen CMNT dikenal dengan merek Chinfon yang telah berkembang selama dua dekade terakhir menjadi merek yang terkenal dan mapan untuk produk semen dan klinker di wilayah tersebut. 

Perseroan juga memiliki dan mengoperasikan infrastruktur, sebuah pembangkit tenaga listrik 60 MW dan dua unit WHR 15 MW di pabrik Bayah di Indonesia, dan satu unit WHR 12,8 MW di pabrik Trang Kenh di Vietnam.

Di dalam negeri, perseroan memiliki satu fasilitas manufaktur terintegrasi di Bayah dan empat pabrik penggilingan di Ciwandan, Gresik, Medan dan Bengkulu. Perseroan juga mengoperasikan tiga pabrik penggilingan tambahan di Muara Jawa, Batam dan Cibitung yang disewa oleh Perseroan dari PT Semeru Surya Semen, PT Semen Bosowa Indonesia dan PT Gunung Raja Paksi Tbk.

Di Vietnam, CMNT memiliki dua fasilitas manufaktur, masing-masing berlokasi strategis di utara dan selatan. Fasilitas manufaktur terintegrasi di Trang Kenh terletak di Vietnam Utara dan perseroan memiliki pabrik penggilingan semen di Hiep Phuoc di Vietnam Selatan.

Sebelumnya, perseroan menawarkan 1.718.800.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp500 dengan harga pelaksanaan Rp680 per lembar. Dengan begitu, perseroan berpotensi meraup dana segar sebanyak Rp1,17 triliun dalam penawaran umum perdananya.

Di lantai bursa, saham CMNT melambung 25% menyentuh auto reject atas (ARA) ke level harga Rp850 per lembar pada perdagangan perdananya. Saat ini, kapitalisasi pasar CMNT ikut meroket menjadi Rp14,56 triliun.

Berita Terkait