Prediksi IHSG Kembali Melemah Didorong Berbagai Sentimen, Simak Saham Unggulan Valbury Sekuritas

03 November 2021 09:43 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Sukirno

Prediksi IHSG Kembali Melemah Didorong Berbagai Sentimen, Simak Saham Unggulan Valbury Sekuritas. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (Trenasia.com)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan kembali melemah pada perdagangan Rabu, 3 November 2021, kendati sentimen kembali variatif terutama dari eksternal bagi pasar modal Indonesia.

"IHSG diperkirakan bergerak pada level support 6.458, 6.422, dan 6.364. Sementara itu, level resistance berada pada kisaran 6.551, 6.609, serta 6.645," dikutip dari riset Valbury Sekuritas Indonesia  Rabu, 3 November 2021.

Sentimen pasar dari dalam negeri di antaranya datang dari pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani yang menyebut pemulihan ekonomi global meskipun terjadi namun pasti tidak merata. Salah satu penyebab ketidakmerataan itu adalah karena akses vaksin yang tidak merata di seluruh dunia.

"Masih banyak negara-negara miskin yang sampai hari ini jumlah vaksinasinya dari penduduknya kurang dari 3 persen," tuturnya.

Di negara-negara miskin rata-rata baru 6% dari penduduknya yang sudah melakukan vaksinasi. Sedangkan di negara-negara maju sudah melakukan vaksinasi di atas 70% atau bahkan mendekati 100%

Masih dari dalam negeri, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menegaskan bahwa saat ini aset kripto tidak bisa dipakai berbelanja di Indonesia karena merupakan jenis komoditas, bukan sebagai alat pembayaran yang sah.

OJK telah berkoordinasi dengan Bank Indonesia sebagai otoritas pembayaran dan menyatakan mata uang kripto bukan merupakan alat pembayaran yang sah di Indonesia.

Saat ini OJK tidak melakukan pengawasan dan pengaturan atas aset kripto, tetapi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan..

Adapun sentimen pasar dari luar negeri antara lain fokus perhatian investor yang tertuju pada pertemuan kebijakan bank Federal Reserve (The Fed). The Fed dinilai tidak punya pilihan lain kecuali mengambil langkah tegas (hawkish) dengan menarik paket stimulus moneter pada saat ekonomi AS mulai tumbuh melambat.

"Pelaku pasar mengetahui apakah The Fed tetap akan mempertahankan narasi bahwa lonjakan inflasi akan bersifat sementara (transitory)," tulis riset tersebut.

Rekomendasi Saham

KLBF: Trading Buy
• Close 1620, TP 1650
• Boleh buy di level 1580-1620
• Resistance di 1650 & support di 1580
• Waspadai jika tembus di 1580
• Batasi risiko di 1550

LSIP: Trading Buy
• Close 1420, TP 1450
• Boleh buy di level  1395-1420
• Resistance di 1450 & support di 1395
• Waspadai jika tembus di 1395
• Batasi risiko di 1365

AALI : Trading Buy
• Close 10950, TP 11225
• Boleh buy di level  10675-10950
• Resistance di 11225 & support di 10675
• Waspadai jika tembus di 10675
• Batasi risiko di 10425

SIMP:  Trading Buy
• Close 498, TP 520
• Boleh buy di level  490-498
• Resistance di 520 & support di 490
• Waspadai jika tembus di 490
• Batasi risiko di 475

BSDE:  Trading Buy
• Close 1110, TP 1135
• Boleh buy di level  1095-1110
• Resistance di 1135 & support di 1095
• Waspadai jika tembus di 1095
• Batasi risiko di 1055

INDF:  Trading Buy
• Close 6275, TP 6375
• Boleh buy di level  6175-6275
• Resistance di 6375 & support di 6175
• Waspadai jika tembus di 6175
• Batasi risiko di 6100

Berita Terkait