Prediksi IHSG 12-16 Juli: OMFin Rekomendasi Saham BNBA, KAEF, dan IRRA

12 Juli 2021 06:03 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Pabrik farmasi BUMN PT Kimia Farma Tbk (KAEF) / Dok. Perseroan

JAKARTA – CEO Finvesol Consulting, Fendy Susianto melihat adanya potensi kenaikan yang besar pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di pekan ini, 12 – 16 Juli 2021. Secara teknikal, IHSG akan menguji level 6.100 – 6.200. Adapun support level berada pada 5.950.

Berdasarkan analisisnya tersebut, Fendy merekomendasikan tiga saham yang berpotensi menghasilkan profit selama perdagangan pekan ini. Antara lain PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA), PT Kimia Farma Tbk (KAEF), dan PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA).

Pria yang akrab disapa OMFin ini merekomendasikan saham BNBA dibeli pada kisaran harga Rp1.050 – Rp1.120 per lembar dengan stop (cut) loss level Rp1.000 per lembar. Sementara, target jualnya berada pada harga Rp1.700 per lembar.

Kemudian ia merekomendasikan saham KAEF dibeli pada rentang harga Rp3.070 hingga Rp3.150 per unit. Di samping itu, OMFin turut mengimbau para investor atau trader untuk menetapkan cut loss level pada harga Rp2.850 per lembar untuk saham farmasi ini.

“Adapun target jual saham KAEF berada pada level Rp4.000 hingga Rp4.300 per lembar,” paparnya melalui riset mingguan yang diterima TrenAsia.com, Senin, 12 Juli 2021.

Rekomendasi saham OMFin terakhir untuk pekan ini adalah IRRA, dibeli pada level harga Rp2.050 – Rp2.110 per lembar dengan stop loss level Rp1.850 per lembar. Target jual saham IRRA berada pada kisaran Rp2.700 hingga Rp3.000 per saham.

Review IHSG dan Rekomendasi Saham Pekan Lalu
Founder and CEO Finvesol Consulting, Fendi Susiyanto berpose usai mengisi Podcast Obrolan Finansial dan Investasi (OmFin) di Jakarta. Foto: doc. TrenAsia

Pada pekan sebelumnya, (5-9 Juli 2021), OMFin memproyeksikan IHSG naik dan pada level 6.100 – 6.300. Hasilnya, indeks saham domestik bergerak pada rentang konsolidasi yang cukup sempit, yakni pada kisaran 5.900 hingga 6.050 sejalan dengan peningkatan kasus COVID-19 di Tanah Air.

Di kesempatan itu pula, ia merekomendasikan tiga saham yang berpotensi menghasilkan profit selama satu pekan penuh. Ketiga saham tersebut di antaranya PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).

Saham pertama yang menjadi rekomendasinya pada saat itu ialah HMSP dibeli pada rentang harga Rp1.170 hingga Rp1.205 per lembar dengan stop (cut) loss level Rp1.000. Sedangkan target jualnya berada pada harga Rp1.400 – Rp1.550 per lembar.

Hingga akhir perdagangan Jumat, 9 Juli 2021, HMSP ditutup pada level harga Rp1.155 per saham. Dengan kata lain, terdapat unrealized loss sebesar 1,28%. Di sisi lain, saham emiten produsen rokok ini sempat menyentuh level tertinggi di harga Rp1.210 per lembar.

“Jadi saham HMSP ini masih running trade ya sampai pekan ini,” turut pria yang juga merupakan host OMFin Channel tersebut.

Selanjutnya, saham INDF dengan rekomendasi beli pada kisaran harga Rp6.400 – Rp6.575 per lembar dengan cut loss level Rp6.200 per lembar. Target jual pada saat itu berada di level harga Rp7.100 per lembarnya

Hingga akhir pekan lalu, saham INDF ditutup pada harga Rp6.475 per unit atau mengalami unrealized profit sebanyak 1,17%. Bahkan, saham konsumer milik konglomerat Anthoni Salim ini sempat menyentuh level tertingginya di harga Rp6.650 per lembar.

Rekomendasi saham terakhir OMFin pada pekan lalu yakni BBNI, dibeli pada harga Rp4.790 – Rp4.830 per lembar dengan stop loss level Rp4.600. Sedangkan, target jual saham perbankan pelat merah ini berada pada kisaran Rp5.100 hingga Rp5.300.

Senada dengan nasib HMSP, saham BBNI juga mengalami unrealized loss sekitar 2,32% dan ditutup pada harga Rp4.640 per lembar. Tapi sejatinya saham Bank BNI sempat menyentuh level tertinggi, pada harga Rp4.840 per unit.

“Itu lah review tiga saham pekan lalu. Tetap disiplin dalam berinvestasi. Cuan party, enggak cuan ngopi,” tutup OMFin dengan kalimat khasnya. (SKO)

Berita Terkait