PPKM Darurat Diperpanjang, Ini Bantuan yang Akan Diberikan Pemerintah untuk Masyarakat

21 Juli 2021 02:31 WIB

Penulis: Catra Edira Agfa

Editor: Catra Edira Agfa

Presiden Joko Widodo. / Facebook @Jokowi

JAKARTA - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat resmi diperpanjang hingga 25 Juli 2021.

"Jika tren kasus mengalami penurunan, maka tanggal 26 juli 2021 pemerintah akan melakukan pembukaan PPKM Darurat secara bertahap," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara Jakarta, Selasa (20/7/2021).

Bantuan Pemerintah di Masa PPKM Darurat

Dalam kesempatan itu Jokowi juga memaparkan apa saja bantuan dari pemerintah guna meringankan beban masyarakat terdampak pandemi COVID-19, khususnya pada masa PPKM Darurat.

Bukan Anak Sultan, tapi Sudah Bisa Beli Rumah Sendiri? Begini Caranya!

Ilustrasi BST

Paket Obat Gratis

Yang pertama, Jokowi menegaskan pemerintah akan terus membagikan 2 juta paket obat gratis untuk pasien COVID-19 dengan kategori orang tanpa gejala (OTG) serta yang bergejala ringan.

Tambah Anggaran Perlindungan Sosial

Lalu yang kedua adalah alokasi tambahan anggaran sebesar Rp 55,1 triliun untuk program perlindungan sosial.

"Di dalamnya berupa bantuan tunai yaitu Bantuan Sosial Tunai (BST), Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa, kemudian Program Keluarga Harapan (PKH) juga bantuan sembako, bantuan kuota internet dan subsidi listrik diteruskan," jelas Jokowi.

Insentif Pelaku Usaha Mikro Informal

Pemerintah juga akan terus memberikan insentif masing-masing sebesar Rp 1,2 juta kepada 1 juta pelaku usaha mikro informal.

Presiden Joko Widodo (Jokowi)

Jokowi mengaku telah berkoordinasi dengan menteri-menteri terkait agar bantuan dapat segera disalurkan kepada masyarakat.

Hai, Konten Kreator! Siap Terima Penghasilan Rp14,51 Triliun dari Instagram dan Facebook?

"Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat, komponen bangsa untuk bersatu melawan COVID-19. Memang ini situasi berat, tapi dengan usaha keras kita bersama, Insya Allah kita bisa terbebas dari COVID-19 dan kegiatan sosial ekonomi bisa kembali normal," ungkap Mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta itu.

Berita Terkait