PP Presisi (PPRE) Bidik Pertumbuhan Kontrak Baru 10 Persen di Tahun Macan Air

04 Januari 2022 19:30 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Rizky C. Septania

Proyek PT PP Presisi Tbk, anak usaha PT PP (Persero) Tbk. / pp-presisi.co.id

JAKARTA – PT PP Presisi Tbk (PPRE) membidik pertumbuhan kontrak baru sebesar 10% pada tahun 2022. Hal ini didukung oleh bisnis mining services, khususnya nikel yang masih banyak menjanjikan perolehan kontrak baru baik berupa infrastruktur tambang dan smelter hingga pertambangan nikel itu sendiri. 

Direktur Peralatan dan SCM PP Presisi, Wira Zukhrial menilai lini bisnis mining services dapat diandalkan sebagai sumber recurring income yang dapat mendukung pertumbuhan berkelanjutan perseroan di masa mendatang.

“Di samping tetap menjaga positioning sebagai main contractor melalui sinergi dengan PTPP selaku entitas induk, serta dengan LMA sebagai entitas anak,” ujarnya, dikutip dari keterangan pers, Selasa, 4 Januari 2022.

Tak hanya itu, kata Wira, potensi pertumbuhan perolehan kontrak baru pada tahun ini juga didukung oleh perolehan kontrak civil work serta production plant pendukung proyek-proyek civil work dari proyek-proyek strategis nasional.

Sepanjang 2021, perseroan membukukan kontrak baru sebanyak Rp5,6 triliun. Capaian ini melampaui target 2021 sebesar 153% dan melesat 100% year-on-year (yoy) dibandingkan dengan realisasi tahun lalu, senilai Rp2,8 triliun.

Direktur Utama PP Presisi, Rully Noviandar menyatakan kinerja tersebut tercapai dari usaha penambahan kontrak baru secara berkesinambungan yang mana di penghujung tahun 2021 masih dapat membukukan perolehan kontrak baru sebesar Rp280 miliar, berupa mining development serta proyek civil work

“Pencapaian ini merupakan prestasi tersendiri yang patut dibanggakan karena perolehan kontrak baru tersebut bahkan hampir pulih seperti pencapaian tahun 2019 sebelum pandemi COVID-19 melanda,” tutur dia.

Selama tahun lalu, perseroan juga telah berhasil melakukan shifting dari civil work ke mining services yang telah mendominasi komposisi kontrak baru 2021 sebesar 53%. Dari capaian tersebut, ia optimistis dapat kembali meningkatkan perolehan kontrak baru pada tahun ini.

Sementara itu, berdasarkan komposisi kepemilikan proyek, perolehan dari proyek berkontribusi sebesar 87%, sedangkan proyek internal sebesar 13%. Dengan pencapaian tersebut, perseroan optimistis dapat meningkatkan perolehan kontrak baru.

Berita Terkait