Potensi Pasar Properti di Kawasan Timur Jakarta

April 30, 2020, 03:00 AM UTC

Penulis: wahyudatun nisa

Lanskape gedung perkantoran dan hunian vertikal diambil dari kawasan Mega Kuningan, Jakarta. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

Saat ini para pengembang mulai melirik pasar properti di koridor Timur Jakarta. Kawasan ini dinilai memiliki potensi yang besar untuk memasarkan produk-produk properti.

Executive Director PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA) Albert Luhur mengatakan pesatnya pembangunan infrastruktur di kawasan Timur Jakarta memberikan pengaruh besar terhadap industri properti.

“Saat ini konsumen mencari properti yang memiliki konektivitas, lokasinya akan menjadi bagus jika infrastrukturnya tersambung dengan wilayah lainnya. Ketika konektivitasnya tinggi, maka harga properti juga akan mengikuti,” kata Albert dalam dikskusi virtual di Jakarta, Rabu, 29 April 2020.

Albert menyebutkan selama pemerintahan Presiden Joko Widodo, pembangunan infrastruktur di wilayah Timur Jakarta sangat massif. Hal ini dapat terlihat pada pembangunan infrastruktur tranportasi.

Kini, sambungnya, koridor Timur Jakarta telah dilengkapi dengan berbagai moda transportasi yang menunjang aktivitas masyarakat, salah satunya terdapat kereta ringan Lintas Raya Terpadu (Light Rapid Transit/LRT).

Selain itu, menurut Albert, adanya sejumlah jalan tol yang terhubung dengan pusat Kota Jakarta juga menjadi nilai tambah untuk kawasan ini. Jalur tol yang melewati kawasan ini di antaranya terdapat Tol Jorr, Tol Cikampek, Tol Becak Kayu, serta Tol Jakarta-Cikampek (Japek) Elevated.

Albert mengatakan gencarnya pembangunan infrastruktur di kawasan ini, lantaran wilayah Timur Jakarta merupakan area perindustrian terbesar di Asia Tenggara.

“Pemerintah membangun infrastruktur yang kuat di Timur Jakarta karena pusat ekonomi dari Indonesia berada di wilayah ini. Saat ini, pabrik atau manufacturing yang mengekspor ke seluruh dunia bisa dibilang berasal dari Timur Jakarta,” jelasnya.

Sementara, President Director PT Kawasan Industri Jababeka Tbk. (KIJA) Sutedja S. Darmono mengatakan dengan perkembangan yang pesat tersebut menjadikan peluang besar pengembang untuk menjajakan produk-produk propertinya.

“Ada gerakan dari kami untuk membentuk satu konsorsium di Timur Jakarta yang terdiri lebih dari 10 pengembang properti besar. Kami merencanakan akan mengoneksikan seluruh kota yang ada di koridor Timur Jakarta,” kata dia. (SKO)