Potensi Kanker, Eropa Melarang Tinta Tato Berwarna

06 Januari 2022 07:05 WIB

Penulis: Fadel Surur

Editor: Sukirno

Seniman tato di Uni Eropa akan dilarang menggunakan tinta berwarna mulai 4 Januari 2022 di bawah undang-undang bahan kimia blok Uni Eropa. (Pixabay)

HELSINKI - Seniman tato di Uni Eropa akan dilarang menggunakan tinta berwarna mulai 4 Januari 2022 di bawah undang-undang bahan kimia blok Uni Eropa.

Badan Registration, Evaluation, Authorisation and Restriction of Chemicals (REACH) milik UE telah melarang 4.000 bahan kimia yang digunakan dalam tato berwarna. Bahan-bahan yang sebelumnya belum diatur itu mengandung bahan seperti alkohol isopropanol yang berada di sebagian besar pigmen di pasaran.

REACH menegaskan bahwa aturan ini ditetapkan bukan untuk melarang tato, tetapi untuk membuat warna yang digunakan lebih aman, seperti dikutip TrenAsia.com dari Metro pada 5 Januari 2022.

Uni Eropa memperkirakan bahwa lebih dari 12% penduduk di Eropa memiliki tato, bahkan dua kali lipat pada kelompok usia 18-35 seperti dikutip dari AP News

Beberapa bahan kimia dalam tinta tato memang telah terbukti karsinogenik atau memiliki kemungkinan untuk menyebabkan kanker. Namun, beberapa penelitian ilmiah sejauh ini masih belum meyakinkan. 

Sebuah studi pada 2016 berjudul Medical Complications of Tattoos: A Comprehensive Review, menjelaskan bahwa reaksi yang merugikan relatif jarang ditemukan. Umumnya reaksi itu tidak dapat diprediksi dan cenderung dipicu oleh sistem kekebalan atau infeksi kulit, menurut jurnal yang ditulis oleh kelompok peneliti dari Divisi Reumatologi, Alergi dan Imunologi Klinis, University of California. 

Para ilmuwan sebenarnya belum mencapai kesepakatan bersama tentang hubungan langsung antara tinta tato dan kanker. Namun penyelidikan REACH yang dimulai pada tahun 2015 berakhir dengan rekomendasi untuk membuat tinta tato lebih aman.

Seniman tato asal Belgia dan pemilik studio Duck Art Tattoo di Mechelenm Belgia, Marjorie Petit, mengaku terpaksa menolak klien yang meminta tato berwarna. Ia tidak tahu kapan akan menerima pengganti tinta yang sesuai.

“Setiap pekan kami menerima pesan dari produsen bahwa mereka sedang mengerjakannya, tetapi komunikasinya kurang transparan. Mereka bilang akan datang, tapi kapan?” ujar Petit pada Politico.

Kehilangan penggunaan warna Pigment Blue 15:3 dan Pigment Green 7 adalah yang paling disayangkan pencinta tato. Hal ini memicu kekhawatiran hilangnya tato menggunakan warna-warna ini karena alternatif belum ditemukan.

Ada kekhawatiran bahwa orang-orang yang ingin memiliki tato berwarna akan mendatangi seniman tato ilegal. Studio tato ilegal lebih berisiko karena tidak memiliki kebersihan dan kelayakan yang terjamin.

Sebuah petisi bernama ‘Save the Pigments’ telah memiliki lebih dari 175.000 tanda tangan yang mendukung para seniman tato.

Berita Terkait