Portofolio MDI Ventures Milik TelkomGroup Berhasil Jadi Startup Unicorn Baru Asia Tenggara

02 Agustus 2021 10:00 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Editor: Rizky C. Septania

Gedung kantor Telkom di kawasan Gatot Subroto, Jakarta. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) melalui anak usahanya, MDI Ventures, tercatat menjadi sosok kunci di balik kemunculan startup unicorn baru di Asia Tenggara, Nium. Startup Business to Business (b2b) itu berhasil menyandang status unicorn usai mendapat pendanaan Seri D senilai US$200 juta atau Rp2,89 triliun (asumsi kurs Rp14.460,50 per dolar Amerika Serikat).

Pendanaan itu dipimpin oleh modal ventura asal Amerika Serikat (AS) Riverwood Capital. Kini, startup berbasis di Singapura itu secara keseluruhan telah mengumpulkan pendanaan hingga hampir US$300 juta.

Sebelum mendapat suntikan dana jumbo, MDI Ventures telah lebih dulu melihat potensi dari Nium. Anak usaha Telkom ini masuk menjadi investor Nium dalam pendanaan Seri C pada Oktober 2018. Meski berbasis di Singapura, MDI Ventures mendorong Nijm segera ekspansi ek Indonesia dengan menyediakan platform, mengamankan lisensi pembayaran, dan operasional layanan remitansi B2B.

“Nium ini sebagai salah satu bukti bahwa strategi TelkomGroup untuk mendukung ekosistem digital melalui potensi startup-startup , baik lokal maupun global mulai menunjukkan hasil yang positif. Hal ini juga mendorong kami bahwa ke depan pendapatan dari bisnis digital akan semakin meningkat, seiring dengan adanya sinergi value dengan startup dari MDI,” ucap Direktur Utama (Dirut) Telkom Ririek Adriansyah dalam keterangan tertulis yang diterima Trenasia.com, Senin, 2 2021.

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Nium Prajit Nanu mengatakan pendanaan yang telah didapat ini bakal digunakan untuk ekspansi antar negara. Hal ini sejalan dengan tujuan awal Nium, yakni menghilangkan kompleksitas pembayaran antar negara.

“Kami percaya dapat menjadi katalis global untuk memajukan perdagangan internasional dan menghilangkan beberapa kendala pembayaran tradisional yang menahan laju bisnis. Platform Nium menyederhanakan proses pembayaran B2B dengan menyediakan layanan keuangan untuk diimplementasikan dengan mudah demi mendukung pemain pasar lokal menjadi raksasa global di masa depan,” ucap Prajit.

MDI Ventures pada tahun 2020 telah menambah 15 portofolio startup di empat negara. Maka, secara kumulatif modal ventura TLKM ini sudah mengoleksi 50 portofolio startup.

Di tahun ini, MDI Ventures bakal fokus menyasar startup yang berfeeakan di bidang fintech, agritech, logistic, health, new retail, dan deep tech.

Keberhasilan Nium ini semakin menambah riuh startup unicorn di Asia Tenggara. Selain Nium, Singapura juga memiliki startup unicorn lainnya, antara lain platform live streaming Bigo Live, perusahaan Artificial Intelligence (AI) Trax, Internet software & Service developer Patsnap, hingga dua e-commerce bernama Carro dan Moglix.

Tidak kalah dari Singapura, Indonesia juga baru-baru ini menambah jumlah startup unicorn-nya. Startup solusi perpajakan daring OnlinePajak berhasil menjadi Unicorn ke-7 di Indonesia. 

Menurut laporan terbaru CB Insight, valuasi OnlinePajak berhasil menembus US$1,7 miliar atau Rp24,64 triliun (asumsi kurs Rp14.498,50 per dolar Amerika Serikat).

OnlinePajak “naik kelas” menjadi Unicorn seusai menghimpun pendanaan seri C senilai US$12 juta atau setara Rp173 miliar. Menurut laporan Venture Cap, Tencent dikabarkan menjadi pemimpin putaran pendanaan seri C di startup yang menawarkan Service as a solution (SaaS) tersebut.

Dengan demikian, OnlinePajak kini sudah sejajar dengan startup  lain yang menyandang status Unicorn seperti J&T, Bukalapak, Traveloka, Tokopedia, hingga OVO.

Berita Terkait