PMI Mei Rebound ke 28 Persen, Mendag Optimistis Jaga Ekspor

JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat terjadinya peningkatan ekspor, hal ini terlihat dari pertumbuhan indeks manajer pembelian (Purchasing Managers Index/ PMI) Indonesia pada bulan Mei yang bergerak positif sebesar 28%.

Sebelumnya, PMI pada Februari lalu masih sebesar 50%, namun terus bergerak turun sejak masuknya pandemi COVID-19 pada 2 Maret 2020 silam. Tercatat, PMI turun hingga 27,61% pada April 2020.

“Kita mulai rebound, Mei lalu PMI kita menjadi 28%,” kata Agus konferensi virtual di Jakarta, Kamis, 11 Mei 2020.

Untuk menjaga pertumbuhan ekspor, Agus mengaku telah bekerja sama dengan kementerian lain untuk menambah stimulus bagi pelaku usaha, khususnya industri. Selain itu, pemerintah juga akan memudahkan impor bahan baku, terutama dari negara-negara yang melakukan kebijakan lockdown.

Stimulus tersebut sangat diperlukan bagi pelaku industri, sebab, saat ini aktivitas perdagangan juga telah dibuka secara bertahap. Harapannya, pembukaan perdagangan ini diimbangi dengan kepatuhan dan kesadaran yang tinggi dari seluruh pihak dalam menjalankan protokol kesehatan.

Harga dan Pasokan Gula

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal sekaligus Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Suhanto menambahkan saat memasuki pembukaan perdagangan di era tatanan normal baru (new normal) harga gula terpantau sudah turun secara signifikan.

Artinya, harga gula kini kembali normal, sesuai harga eceran tertinggi, yaitu Rp12.500/kg.

“Harga gula kini telah mengalami penurunan yang sangat signifikan dibandingkan dengan saat bulan Ramadan. Kemendag juga menjamin tersedianya pasokan gula di pasar rakyat serta ritel modern,” ujar Suhanto.

Sebelumnya, menurut Pusat Informasi Harga Pangan Nasional (PIHPS), sejak awal April hingga Juni, harga gula fluktuatif dengan kisaran harga yang terbilang tinggi.

Harga gula berada di kisaran Rp18.000 per kilogram, turun tipis ke besaran Rp17.000 per kilogram, dan hingga kini masih Rp 17.250 per kilogram.

Menanggapi masih mahalnya harga gula di beberapa daerah, Kemendag telah memerintahkan kepada produsen dan distributor untuk memasok komoditas tersebut melalui operasi pasar atau langsung ke pedagang pasar.

Khusus ritel modern, jaminan ketersediaan pasokan gula ini juga didukung Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).

Tags:
Agus GumiwangEksporindeks manajer pembeliankemendagPurchasing Managers Index
Ananda Astri Dianka

Ananda Astri Dianka

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: