PLN Siap Suplai Listrik Pabrik Baterai Mobil Listrik Pertama dan Terbesar Asia Tenggara

19 September 2021 20:34 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Editor: Sukirno

Presiden Joko Widodo saat melakukan groundbreaking pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Asia Tenggara milik PT Indonesia Battery Corporation (IBC) dan Konsorsium LG dari Korea Selatan.

JAKARTA – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) alias PLN siap menjamin keandalan pasokan daya listrik kepada PT HKML Battery Indonesia, pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Asia Tenggara, yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat. Pabrik ini sendiri baru saja diresmikan pada 15 September 2021.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Agung Murdifi menjelaskan, cadangan kapasitas listrik di Jawa dan Bali saat ini sebesar 12 Gigawatt (GW). Cadangan daya tersebut dapat dimanfaatkan untuk pengembangan bisnis dan industri, salah satunya industri baterai.

"PLN optimistis dapat memenuhi kebutuhan listrik untuk industri, apalagi khususnya industri baterai. Saat ini PLN memiliki cadangan daya cukup besar, khususnya pada sistem kelistrikan Jawa-Bali," ujar Agung dalam siaran pers, Minggu, 19 September 2021.

Dirinya menjelaskan bahwa saat ini PLN aktif melakukan komunikasi dengan calon pelanggan terkait pasokan listrik. Lokasi HKML Battery sendiri lokasinya berada di sekitar Kawasan Karawang New Industry City (KNIC).

PLN siap memasok kebutuhan listrik di KNIC dan HKML Baterai Indonesia melalui dua tahap. Rencananya, tahap pertama sebesar 20,7 MegaVolt Ampere (MVA) dan 27,7 MVA. Sedangkan pada tahap kedua sebesar 110 MVA.

Untuk bisa memastikan pasokan listrik aman, PLN sedang mempersiapkan Gardu Induk Mekarsari berkapasitas 4x60 Mega Volt Ampere (MVA), Gardu Induk Transheksa 2x60 MVA dan Gardu Induk di dalam Kawasan Industri KNIC.

PLN juga memiliki berbagai jenis layanan yang memiliki tingkat keandalan sesuai kebutuhan pelanggan dengan harga bersaing, termasuk listrik premium dengan layanan listrik tanpa kedip. Sampai dengan saat ini, PLN masih terus melakukan pembahasan terkait rencana Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan KNIC.

"Intinya kami pastikan, PLN siap. Bagi industri yang ingin lebih efisien, pakai saja listrik PLN. Anda fokus bisnisnya, biar kami urus listriknya,” tambah Agung.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memang telah melakukan groundbreaking pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Asia Tenggara milik PT Indonesia Battery Corporation (IBC) dan Konsorsium LG dari Korea Selatan pada Rabu, 15 September 2021.

“Pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik ini pertama di Indonesia, dan bahkan yang pertama di Asia Tenggara dengan nilai investasi US$1,1 miliar (setara Rp15,67 triliun dengan asumsi kurs Rp14.250 per dolar AS),” ujar Jokowi dalam acara groundbreaking, Rabu, 15 September 2021.

Pabrik ini dibangun di Karawang New Industrial City, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Pembangunan tahap pertama pabrik memiliki kapasitas produksi baterai hingga 10 gigawatt hour (GWh) yang akan disuplai untuk kendaraan listrik pabrikan Korea Selatan, Hyundai.

Pabrik berkapasitas 10 GWh per tahun ini rencananya memulai produksi massal pada semester I-2024. Baik pihak LG dan Hyundai menyebut kapasitas tersebut dapat mencakup sekitar 150.000 kendaraan listrik tiap tahunnya.

Hyundai, yang juga grup otomotif terbesar kelima di dunia, menyebut kerja sama ini bertujuan untuk mengamankan suplai baterai kendaraan listrik baik untuk Hyundai sendiri maupun entitas afiliasinya Kia. 

Berita Terkait