PLN Bangun 21 SPKLU di Bali, Dukung Mobil Listrik Jadi Kendaraan Resmi KTT G20

29 Desember 2021 17:05 WIB

Penulis: Liza Zahara

Editor: Laila Ramdhini

PLN Bangun 21 SPKLU di Bali, Dukung Mobil Listrik Jadi Kendaraan Resmi KTT G20. Panji TrenAsia.com (trenasia.com)

JAKARTA -  PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) akan membangun 21 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dukung penggunaan mobil listrik sebagai kendaraan resmi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, dengan adanya kebutuhan infrastruktur Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) untuk acara KTT G20 sebagai kawasan percontohan akselererasi KBLBB, maka perlu adanya penambahan SPKLU di Bali.

“Akselerasi ekosistem KBLBB di Bali akan menjadi model bagi wilayah lainnya untuk membangun infrastruktur SPKLU dalam memberikan kemudahan pengisian bahan bakar listrik bagi kendaraan KBLBB,” jelas Darmawan dalam keterangan resmi, Rabu, 29 Desember 2021.

PLN menyiapkan 21 SPKLU fast charging dan saat ini masih dalam proses pengerjaan di beberapa lahan strategis PLN. Saat ini, sudah ada 5 SPKLU dalam proses pengerjaan dan ditargetkan akan selesai pada Maret 2022.

Pengerjaan 21 SPKLU fast charging oleh PLN, 12 unit di antaranya merupakan tipe 25 kilo att (kw) sementara 9 unit lainnya tipe 50 kilo watt (kw) yang dibangun pada 15 shelter di Bali.

Upaya pembangunan SPKLU oleh PLN sebagai perusahaan untuk mendukung transisi ke energi bersih. Pelaksanaan KTT G20 nanti diharapkan bisa menjadi ajang pertunjukkan penggunaan mobil listrik sebagai simbol utama KTT G20 di Bali.

Saat ini, total unit SPKLU yang dibangun PLN sebanyak 67 unit yang berada di 45 lokasi pada 21 kota di antaranya Banten, Jakarta, dan Jawa Barat. Selain itu, PLN juga menyajikan fitur layanan pada aplikasi PLN Mobile yang memudahkan pelanggan dalam melakukan transaksi dan mencari titik lokasi SPKLU terdekat.

Untuk diketahui, Kementerian Energi Sumber Daya Manusia (ESDM) pada waktu lalu menyampaikan rencana pembangunan SPKLU dilakukan di 2.400 titik. Selain itu, Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) di 10 titik pada 2025 mendatang. 

Berita Terkait