PHRI Vaksinasi 1.350 Karyawan Hotel Repatriasi di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi

25 Mei 2021 00:04 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Hotel Indigo Seminyak, Bali. / Dok. PT Agung Podomoro Land Tbk

JAKARTA – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) telah memvaksinasi 1.350 karyawan hotel repatriasi di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi. Vaksinasi tahap pertama ini dilakukan di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Senin, 24 Mei 2021.

Hotel repatriasi merupakan hotel yang ditunjuk dan telah memenuhi syarat Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 untuk menerima tamu luar negeri sebagai tempat karantina selama lima malam. Ada 26 hotel yang terlibat dalam program yang digelar pada 22-24 Mei 2021 ini.

Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani mengatakan ini merupakan vaksinasi karyawan hotel dan restoran yang ketiga kali di Jabodetabek. Sementara itu, kesempatan ini merupakan vaksinasi pertama kali bagi pegawai hotel repatriasi.

“Apalagi ini karyawan dari hotel reptariasi yang menerima tamu dari luar negeri, jadi termasuk prioritas vaksinasi,” ujarnya dalam sambutannya di Jakarta, Senin, 24 Mei 2021.

Hariyadi mengatakan proses vaksinasi karyawan perhotelan di Jakarta sebenarnya agak terlambat karena kewenangan ada di Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Selain itu, masalah juga ada di ketersediaan vaksin.

“Kita mengejar 5.000-10.000 vaksin. Mana stok vaksin yang ada kita dahulukan,” katanya.

Dalam program vaksinasi karyawan hotel repatriasi, Hariyadi mengatakan, PHRI mendapat jatah vaksin AstraZeneca. Penggunaan AstraZeneca karena program vaksinasi untuk pekerja perhotelan masih termasuk program pemerintah.

PHRI menargetkan dapat memvaksinasi setidaknya 130.000 pekerja hotel dan restoran yang teregistrasi. Meski begitu, PHRI belum memiliki data pasti pekerja yang sudah divaksinasi karena masih tersebar di beberapa daerah.

“Alhamdulillah sejak dilakukan vaksinasi ke pekerja hotel, termasuk di daerah, sejak bulan April secara nasional, belum pernah mendengar klaster baru,” kata Hariyadi.

Meski ada beberapa kasus pegawai yang sudah divaksin terjangkit COVID-19, Hariyadi mengatakan efeknya tidak signifikan. Dirinya menyimpulkan efikasi vaksinasi sudah cukup tinggi untuk mencegah efek virus yang berat. (LRD)

Berita Terkait