Perusahaannya Untung, Bos Krakatau Steel Borong 2,4 Juta Saham KRAS

16 Desember 2021 16:35 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Laila Ramdhini

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Silmy Karim saat berbincang dalam program Podcast OmFin Channel di Kantor Redaksi TrenAsia.com / Dok. TrenAsia.com

JAKARTA – Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) Silmy Karim telah melakukan akumulasi pembelian 2.438.600 saham KRAS pada periode Desember 2021.

Dari keterbukaan informasi diungkapkan bahwa transaksi pembelian saham itu terbagi dalam tiga waktu. Pada 8 Desember 2021, Silmy membeli 589.600 saham KRAS pada harga Rp424 lembar. Sehingga, nilai transaksi pada saat itu sejumlah Rp249,99 juta.

Keesokan harinya, 9 Desember 2021, ia kembali menambah kepemilikan saham KRAS sebanyak 235.200 lembar pada harga Rp408 unit saham. Kali ini nilai transaksinya hanya sebesar Rp95,96 juta. 

Kemudian, pada 15 Desember 2021, Silmy membeli saham KRAS dalam jumlah yang cukup besar, yakni 1.613.800 lembar pada harga Rp406 per lembar dengan nilai transaksi Rp655,20 juta. Jika diakumulasi, Silmy telah menggelontorkan dana sekitar Rp1 miliar dalam transaksi tersebut.

KRAS sendiri melaporkan perolehan laba hingga Rp1,06 triliun sampai dengan November 2021, dengan raihan pendapatan sebesar Rp30 triliun atau meningkat 66,8% dibandingkan dengan pendapatan di periode yang sama tahun 2020. 

Direktur Keuangan Krakatau Steel Tardi mengatakan dari sisi Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) di periode hingga November tahun ini, perseroan berhasil mencapai realisasi EBITDA sebesar Rp2,2 triliun, meroket 105% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020. 

Performance Krakatau Steel sampai dengan November 2021 ini kami sampaikan untuk mengembalikan kepercayaan pasar, kreditur, vendor bahwa kinerja perseroan semakin baik,” ujarnya melalui keterangan pers, Rabu, 15 Desember 2021.

Ia juga meyakini, hingga akhir tahun nanti, pihaknya akan kembali mencatatkan laba, bahkan meningkat dari laba tahun buku 2020. Selain itu, perseroan juga akan memenuhi pembayaran kewajiban utang sebesar US$200 juta kepada tiga bank pemerintah.

Berita Terkait