Shipping Hasnur Internasional IPO, Saham Dipatok Rp230 - Rp300 Per Lembar

30 Juli 2021 06:04 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Sukirno

Perusahaan pelayaran PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HIS) akan IPO / Dok. Perseroan (pthis.id)

JAKARTA – Perusahaan jasa angkutan barang melalui jalur laut, PT Hasnur Internasional Shipping Tbk berencana melaksanakan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO). Perseroan menargetkan pendanaan hingga Rp157,58 miliar melalui aksi korporasi tersebut.

Melalui prospektus yang diterima Trenasia.com, Kamis, 29 Juli 2021, perseroan akan melepas sebanyak-banyaknya 525.250.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp100 per lembar saham. Jumlah tersebut setara dengan 20% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah proses IPO.

Dalam fase penawaran awal, perseroan mematok harga pelaksanaan pada kisaran Rp230 – Rp300 per lembar saham. Dengan begitu, Hasnur berpotensi meraup dana sebanyak Rp120,81 miliar hingga Rp157,58 miliar.

Bersamaan dengan proses IPO, perseroan turut mengadakan Program Alokasi Saham Karyawan (Employee Stock Allocation/ESA) sebanyak-banyaknya 26.262.500 lembar saham atau setara 5% dari jumlah saham yang ditawarkan dalam IPO.

Rencananya, sekitar 46% dana hasil IPO akan digunakan perseroan sebagai belanja modal berupa penambahan 3 set armada kapal dan tongkang dengan indikasi nilai pembelian sekitar Rp150 miliar. 

Adapun kekurangan dana pembelian 3 set kapal tersebut akan menggunakan pendanaan dari pihak ketiga yang akan diusahakan setelah pelaksanaan penawaran umum. Manjemen Hasnur meilhat rencana penambahan armada ini sebagai langkah dalam memperbaiki kinerja operasional.

“Yakni dengan memperbaiki komposisi penggunaan armada antara kapal sewa (rent ship) dan kapal milik sendiri (own ship),” tulis manajemen dalam prospektusnya.

Kemudian, sebanyak 23% dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum akan disalurkan melalui skema pinjaman kepada entitas anak, yakni PT Hasnur Resources Terminal (HRT). Dana tersebut akan dipergunakan oleh HRT dalam menjalankan kegiatan usahanya di bidang Jasa Kepelabuhanan.

“Dana tersebut akan digunakan HRT untuk pembelian peralatan untuk pengembangan Pelabuhan Tanjung Silopo, berupa namun tidak terbatas pada mobile crane, forklift, excavator, dan wheel loader,” tambahnya.

Terakhir, sebesar 31% dana hasil aksi korporasi itu akan digunakan Hasnur sebagai modal kerja dalam rangka mendukung kegiatan operasional perseroan secara umum. Kegiatan operasional yang dimaksud termasuk namun tidak terbatas pada pembelian bahan bakar minyak (BBM) serta beban lannya.

Perseroan telah menunjuk PT RHB Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek dalam gelaran IPO tersebut. Sedangkan, perseroan akan menentukan pihak-pihak penjamin emisi efek di kemudian hari.

Perkiraan Jadwal IPO

- Masa Penawaran Awal: 26 Juli – 6 Agustus 2021

- Tanggal Penjatahan: 27 Agustus 2021

- Tanggal Efektif: 20 Agustus 2021

- Tanggal Distribusi secara Elektronik: 30 Agustus 2021

- Masa Penawaran Umum: 23 – 27 Agustus 2021

- Tanggal Pencatatan di BEI: 31 Agustus 2021

Berita Terkait