Perusahaan Rugi Rp1,1 Triliun di Kuartal III-2022, Pemegang Saham Mayoritas CENT Tetap Cuan Rp296 Miliar

25 November 2022 05:11 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Bambang Susilo

JAKARTA – Strategi pemegang saham PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT) ini bisa di contoh. 

Hingga kuartal III-2022 rugi komprehensif periode berjalan CENT sesungguhnya sudah mencapai Rp1,16 triliun, naik tajam dibandingkan periode sama 2021 yang juga rugi Rp231, 83 miliar.

Walaupun merugi, pemegang saham pengendali CENT yaitu EP ID Holdings Pte. Ltd tetap menikmati untung besar. Melalui pinjaman yang diberikan kepada CENT, pemegang saham ini tetap mendapatkan cuan sebesar Rp 296,10 miliar hingga kuartal III-2022.

Pendapatan sebesar itu diperoleh EP ID Holdings lantaran menjadi pembeli obligasi yang diterbitkan oleh CENT senilai Rp 7,38 triliun. Obligasi dalam denominasi dollar AS itu memberikan bunga 4,95% per tahun dan akan jatuh tempo pada 30 Desember 2026.

Pada kuartal III tahun lalu, ketika CENT juga mencatatkan kerugian bersih Rp 231,83 miliar, EP Holdings sebagai pemegang saham pengendali juga menikmati bunga obligasi itu senilai Rp 116,04 miliar.

Dari sisi bisnis, kinerja perusahaan infastruktur telekomunikasi ini mencatat pendapatan Rp 1,73 triliun, naik daripada periode sama tahun 2021 sebesar Rp 1,27 triliun. Sumber pendapatan terbesar CENT adalah sewa dan pemeliharaan menara serta sewa in building civerage multi operator. Masing-masing Rp 1,48 triliun dan Rp 232,08 miliar di kuartal III-2022. Namun, besarnya beban membuat peruntungan CENT kian meredup.

Sampai kuartal III-2022, CENT mencatat beban keuangan senilai Rp 1,14 triliun, naik hampir dua kali lipat dibandingkan September 2021 sebesar Rp 556,92 miliar. Selain digunakan untuk membayar bunga obligasi kepada pemegang saham, CENT juga keluar uang besar untuk membayar bunga bank Rp 517,48 miliar  dan biaya provisi Rp 314,32 miliar.

Selain beban keuangan, beban lainnya juga menggerus kinerja CENT. Total beban lainnya di kuartal III-2022 mencapai Rp 715,93 miliar, berbanding Rp 117,52 miliar pada periode sama 2021. Beban lainnya itu terutama berasal dari kerugian selisih kurs Rp 564,81 miliar dan rugi penghapusan aset tetap senilai Rp 132,83 miliar. Tahun lalu dari dua pos itu beban lain yang dicatatkan CENT hanya Rp 66,33 miliar.

Dengan kinerja bisnis yang masih negatif, harga saham CENT di Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap atraktif. Kemarin, Kamis (24/11) saham CENT ditutup naik 8,7% ke level Rp 144 per saham dan sempat menyentuh level tertinggi Rp 154 per saham.

Berita Terkait