Perusahaan Rintisan Mau Ikut Startup4Industry 2021? Daftar Di sini..

April 02, 2021, 05:28 AM UTC

Penulis: Aprilia Ciptaning

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang menyampaikan sambutannya saat hadir secara virtual pada penyerahan hadiah kepada pemenang kompetisi Startup4Industry 2020 disaksikan yang hadir secara virtual, di Jakarta, Selasa, 8 Desember 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya mengakselerasi industri dengan memanfaatkan teknologi lewat peluncuran program Startup4industry 2021.

“Bermitra dengan start up dapat menjadi solusi untuk mendorong transformasi industri,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam peluncuran Startup4industry 2021 secara daring, Kamis, 1 Maret 2021.

Terlebih di era modern saat ini, lanjutnya, penggunaan teknologi makin berkembang pesat. Berdasarkan laporan e-Conomy SEA 2020 dari Google, Temasek, dan Bain, ekonomi digital Indonesia sepanjang tahun lalu tumbuh 11%.

Hal ini dipengaruhi oleh penggunaan teknologi digital dari konsumen yang tumbuh 37%. Bahkan, mayoritas orang alias 93% telah melakukan perubahan perilaku ke sistem digitalisasi.

Sementara itu, sektor industri sendiri juga diprediksi akan terus bertumbuh. Di tengah masa pandemi, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan kontribusi sektor industri sebesar Rp272,9 triliun.

Angka penanaman modal ini menyumbang 33% dari total investasi Rp826,3 triliun sepanjang tahun lalu. Jumlah ini juga meningkat 26% dibandingkan dengan 2019 yang sebesar Rp216 triliun.

Adapun inisiasi program ini merupakan bagian dari peta jalan Making Indonesia 4.0 untuk mewujudkan ekosistem solusi teknologi karya anak bangsa. Ke depan, ia berharap dapat dimanfaatkan oleh dunia industri, termasuk sektor Industri Kecil Menegah (IKM).

Pendaftaran

Nah, bagi masyarakat yang tertarik untuk bergabung dalam program ini, ada sejumlah persyaratan yang mesti dipenuhi. Kelangsungan bisnis harus minimal enam bulan, serta diutamakan mempunyai kelembagaan/badan hukum.

Di samping itu, kepengurusan juga harus didominasi oleh Warga Negara Indonesia (WNI), serta melampirkan solusi bisnis yang orisinal alias hasil karya sendiri. Adapun proposal rencana implementasi teknologi yang dikirimkan berkaitan dengan industri manufaktur atau jasa.

Dalam kompetisi ini, aspek penilaian meliputi, kesiapan implementasi (25%), efisiensi dan efektifitas (25%), dampak implementasi (25%), peluang bisnis (25%), dan aspek teknologi (25%).

Registrasi dibuka sejak 28 Maret hingga 28 Mei 2021 dengan jadwal pengumuman final pada Desember 2021.  Lebih detail bisa mengunjungi laman https://www.startup4industry.id/. (SKO)