Perusahaan Fintech Didorong Segera IPO, Apa Sih Untungnya?

01 April 2021 20:08 WIB

Penulis: Reky Arfal

Karyawan beraktivitas di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Komisaris Bursa Efek Indonesia (BEI) Pandu Sjahrir menyebut penggalangan dana di pasar modal melalui initial public offering (IPO) akan membawa banyak keuntungan bagi perusahaan teknologi finansial (fintech).

Pandu menjelaskan salah satu hal positif bagi perusahaan teknologi yang melakukan IPO adalah diversifikasi sumber pendanaan. Perusahaan akan mendapat dana segar yang bisa digunakan untuk meningkatkan performa kinerja perusahaan.

“Selain company performance, company image juga terbantu. Ini juga bagus buat retention employee dan tentu saja dari sisi likuiditas. Ini penting baik dari sisi investor, owner, maupun employee,” kata Pandu dalam diskusi virtual, Kamis 2 April 2021.

Perubahan status perusahaan menjadi perusahaan publik juga akan mereduksi potensi konflik kepentingan pemilik perusahaan. Hal ini, menurut Pandu, bahkan dapat meningkatkan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG).

Perusahaan fintech yang melantai di bursa, juga akan memiliki keuntungan fiskal seperti diskon pajak khusus emiten. Kemudian, valuasi optimal baik untuk perusahaan maupun pendiri (founder), serta kemitraan strategis dan potensi keberlangsungan usaha yang lebih terjamin.

Maka dari itu, Pandu melanjutkan, BEI terus mempersiapkan berbagai penyesuaian regulasi untuk menarik para perusahaan teknologi, start up, termasuk fintech ke pasar modal.

Sementara itu, Deputy Secretary General Aftech sekaligus CIO Investree Diky Wijaya mengatakan percepatan digitalisasi di berbagai sektor yang didorong oleh COVID-19 turut berdampak pada pertumbuhan perusahaan fintech.

Hal tersebut, menurut Diky, memberikan peluang bagi fintech dan start up untuk terus meningkatkan inovasi digital dan meningkatkan pertumbuhan serta daya saing perusahaannya.

Adanya IPO, menurut dia, akan mendorong dan meningkatkan masuknya permodalan ke fintech start up dari investor dalam negeri.

“Karena pada umumnya pembiayaan di fintech didominasi investor luar negeri,” tuturnya. (LRD)

Berita Terkait