Perusahaan Energi di Pantai Teluk AS Bersiap Kembali Hadapi Badai

14 September 2021 22:00 WIB

Penulis: Fadel Surur

Editor: Rizky C. Septania

Pantai Teluk AS - Evakuasi sedang berlangsung pada hari Senin di anjungan minyak lepas Teluk Meksiko, sementara itu kilang minyak darat mulai bersiap menghadapi hujan dan angin kencang dari badai kedua dalam beberapa minggu ke depan.

Badai Nicholas membidik pantai tengah Texas dengan kecepatan angin 120 kilometer per jam, dengan ancaman membawa hujan lebat ke Texas dan sebagian Louisiana yang masih belum pulih dari Badai Ida.

Banjir bandang yang sangat berbahaya dari hujan hingga 12 inci kemungkinan akan terjadi di pantai Texas bagian atas hingga barat daya Louisiana.  Badai Nicholas meningkat menjadi badai kategori satu pada Senin malam, tetapi diperkirakan tidak akan menguat lebih lanjut menurut the National Hurricane Center.

Badai Nicholas adalah badai topan kedua yang mengancam kompleks energi Pantai Teluk AS dalam beberapa minggu terakhir. Pada akhir Agustus dan awal September Badai Ida mendatangkan malapetaka pada produksi minyak dan fasilitas penyulingan. Sekitar 113.000 rumah dan bisnis belum tersalur listrik sejak badai itu melanda.

KERUSAKAN IDA

Lebih dari 40% produksi minyak dan gas di Teluk Meksiko tetap offline pada hari Senin, dua minggu setelah Ida menghantam pantai Louisiana, menurut regulator lepas pantai Bureau of Safety and Environment Enforcement (BSEE).

Kerusakan pada hub lepas pantai yang memompa minyak dan gas dari tiga ladang minyak utama untuk pemosresan di darat dan pemadaman listrik di pabrik pemrosesan adalah sebab kerugian produksi.

Royal Dutch Shell (RDSa.L) mengatakan telah mulai mengevakuasi personel yang tidak dibutuhkan dari platform Perdido-nya yang tidak terpengaruh Ida. Occidental Petroleum Corp (OXY.N) mengatakan sedang melaksanakan prosedur untuk melindungi para pekerja, menandakan evakuasi lepas pantainya sendiri.

Pengirim diperingatkan tentang adanya angin topan di terminal minyak ekspor di pantai Texas. Kanal Kapal Houston, jalur air sepanjang 53 mil (85 km) yang penting bagi ekspor minyak dan gas menghentikan semua lalu lintas dan pilot Aransas-Corpus Christi menghentikan kegiatan karena laut yang berbahaya.

Ada sekitar 55.000 rumah dan bisnis yang belum dialiri listrik hingga Senin malam, menurut situs pelacakan PowerOutrage.com

Penyulingan minyak Citgo Petroleum, Exxon Mobil Corp (XOM.N), Phillips 66 (PSX.N), dan Shell mengatakan mereka sedang mempersiapkan beberapa pabrik di pesisir Texas dan Louisiana akan cuaca buruk.

Badai Lambat

"Hal yang utama adalah hujan.  Ini akan menjadi badai yang bergerak lambat.  Saat badai bergerak dengan kecepatan 5 dari 8 mil per jam, perlu beberapa saat untuk menghilang," kata Phil Klotzbach, seorang peneliti di Universitas Negeri Colorado.

Minyak mentah berjangka AS naik pada pembukaan di Asia pada hari Selasa setelah naik 1% pada hari Senin menjadi $70,45 per barel karena gangguan berlanjut pada produksi lepas pantai.

Impor dan Ekspor minyak mengalami kemungkinan keterlambatan akibat badai Nicholas. Kapal yang tidak mampu memuat atau membongkar selama badai Ida dapat dicegah untuk mencapai pelabuhan lagi, kata pengirim.

Supertanker pertama yang dijadwalkan berlabuh pasca Ida di Louisiana Offshore Oil Port (LOOP), terminal swasta terbesar AS untuk ekspor dan impor minyak mentah, belum dimuat, menurut pelacakan kapal Reffinitiv Eikon

Berita Terkait